• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Transformasi Digital Arab Saudi dan Indonesia Makin Kompetitif

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Startup di Indonesia Diproyeksi Kian Agresif

Industri Startup. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, RIYADH – Laporan Digital Riser 2020 yang dirilis oleh Pusat Kompetitif Digital Eropa (ESPC) yang mengulas tentang analisa kemajuan digitalisasi selama tiga tahun belakangan di 140 negara G-20 menunjukkan bahwa, transformasi digital di Arab Saudi dan Indonesia makin kompetitif.

Studi tersebut mengacu pada data laporan Kompetitif Global Forum Ekonomi Dunia (WEF). Setidaknya ada lima kriteria yang dinilai.

“Faktor penting dari transformasi digital Arab Saudi dan Indonesia yakni, punya rencana jelas dan menerapkannya secara konsisten,” kata perwakilan ESPC Phillip Meissner dilansir dari Salaam Gateway, Jumat (18/9/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Meissner menekankan dunia tengah berada di tengah revolusi digital. Kemunculan pandemi Covid-19 justru makin menyadarkan manusia akan pentingnya transformasi digital.

“Cara bagaimana pemerintah menata dan mengarahkan perubahan ini akan menentukan seberapa kompetitifnya dan sejahteranya negara mereka dalam dekade berikutnya,” jelas Meissner.

Saudi memiliki program Strategi ICT 2023 dan Visi Saudi 2030 yang membawa negara itu ke arah digitalisasi. Saudi tak ingin hanya bergantung pada minyak saja. Hal ini yang membuat ekonomi Saudi maju dengan diversifikasi bisnis.

Sedangkan di Indonesia dikembangkan program seperti Gerakan Seribu Perusahaan Rintisan. Program yang diluncurkan pada 2016 itu diklaim mendapat dukungan pemerintah dan investor hingga bisa berkembang. Gerakan tersebut terus meluas di kota-kota lainnya pada 2019 guna meningkatkan inovasi dan riset.

“Kami menyarankan agar proyek ini dipertahankan karena terbukti membuat dampak perubahan. Contoh-contoh ini dapat menimbulkan investasi besar,” imbuh Meissner. (ATN)

Tags: Asia DigitalIndustri DigitalStartup IndonesiaTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.