• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Jadi Barometer dan Referensi Toleransi di Dunia

by Redaksi Asiatoday
October 29, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menlu AS Bicara Bahaya Komunis China di Forum GP Anshor

Menlu AS Mike Pompeo saat berbicara di forum GP Anshor, di Jakarta. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengapresiasi kehidupan toleransi di Indonesia.

Menurut Pompeo, Indonesia telah memberikan model dan menjadi referensi bagi dunia bahwa perbedaan tidak menjadi hambatan untuk hidup berdampingan dalam harmoni.

“Fakta bahwa masyarakat kita merangkul kebebasan dan tradisi toleransi sangat istimewa. Kita tidak boleh kehilangannya. Kita harus melanjutkannya,” kata Pompeo saat berbicara di forum bertajuk “Nurturing The Share Civilazitional Asipirations of Islam Rahmatan Li Al-Alamin” yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Four Seasson Hotel, Jakarta, Kamis (29/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Pompeo memandang, Indonesia yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tak memiliki hambatan dalam menerapkan toleransi.

“Saya di sini, di Indonesia karena saya percaya Indonesia telah menunjukkan kepada kita jalan ke depan. Secara literal, tidak ada alasan bahwa Islam tidak dapat hidup berdampingan dengan damai bersama dengan agama Kristen atau Buddha,” imbuhnya.

Namun Pompeo menyadari hal itu terkadang sulit dipahami bagi segelintir orang.

Dalam konteks ini, dia menyinggung tentang kalangan yang memutarbalikkan ajaran Islam untuk melakukan atau membenarkan aksi kekerasan.

“Warga Amerika dan Indonesia tahu bahwa hal ini salah,” ujarnya.

Pompeo mengatakan, AS memiliki konstitusi yang menjunjung tinggi kebebasan, termasuk kebebasan beragama dan Indonesia pun demikian.

“Konstitusi Anda tahun 1945 dengan jelas mendeklarasikan setiap orang harus bebas, setiap orang harus bebas menjalankan keyakinannya,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia telah menjadi contoh bagi dunia. Indonesia memberi seluruh dunia model positif bagaimana perbedaan dalam keyakinan, kelompok etnis, dan ideologi politik dapat hidup berdampingan secara damai.

“Menyelesaikan perselisihan dengan cara-cara demokratis. Ini sangat luar biasa,” pungkas Pompeo. (ATN)

Tags: Islam DamaiIslam WasatiyahKerjasama Indonesia Amerika
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.