• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Komitmen Pulihkan Ekosistem Laut Melalui Wisata Bahari

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tercemar Minyak, Biota Laut Perairan Kepulauan Seribu Terancam

Wisata Bahari di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Foto : Pigijo

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia berkomitmen untuk memulihkan ekositem sebagai upaya mencapai keberlanjutan ekonomi kelautan, salah satunya melalui pendekatan wisata bahari (Dewi Bahari).

Gagasan ini mengemuka pada Lokakarya Nasional High Level Panel for a Sustainable Ocean Economy (HLP SOE) bulan lalu.

HLP-SOE merupakan forum strategis yang dipimpin langsung oleh 14 kepala negara bertujuan menata dan mengelola sumber daya kelautan dan perikanan untuk transisi ekonomi laut yang berkelanjutan.

RelatedPosts

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

The Hidden Cost of Indonesia’s Nickel Boom: Deaths, Pollution, and Rights Violations

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menyampaikan,

“HLP SOE ini diselenggarakan dalam rangka menuju peluncuran dokumen Transformastion SOE, sekaligus mengarusutamakan resolusi HLP SOE di tatanan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, serta mempublikasikan inisiasi Indonesia dalam HLP dan upaya menghimpun dukungan domestik,” jelas Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) berkesempatan memaparkan inisiasi wisata bahari, serta adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim melalui kebijakan dan infrastruktur sebagai usaha implementasi ekonomi kelautan berkelanjutan.

Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda. Huda menjelaskan pengembangan Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari) sebagai salah satu cara menjaga ekosistem laut dengan menyerahkan pengelolaannya kepada masyarakat pesisir.

“Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang besar dengan total luas 20.87 juta hektar, masyarakat lokal harus terlibat dalam konsepsi pengembangan wisata bahari meliputi kelestarian lingkungan melalui penggunaan jasa kelautan, menghidupkan budaya dan keraaifan lokal dan menguatkan kapasitas masyarakat,” terang Huda.

Huda juga menerangkan tujuh kriteria desa pesisir yang layak untuk dimasukkan kedalam program Dewi Bahari yang memungkinkan mengundang para pihak untuk terlibat aktif dalam program tersebut. Kebijakan tersebut sedang disusun untuk dijadikan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selain itu, Huda menambahkan mengenai parameter keberhasilan Dewi Bahari, diantaranya meningkatnya pendapatan masyarakat, meningkatnya kualitas kawasan wisata, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ekosistem.

“Masyarakat pesisir adalah tulang punggung kita sebagai penjaga ekosistem,” jelas Huda.

Sementara Sekretaris Ditjen PRL Hendra Yusran Siry dalam pembahasan Reducing Greenhouse Gass Emmisions menjelaskan langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memitigasi dampak perubahan iklim di pesisir yang notabene disebabkan oleh emisi gas rumah kaca yang mengacu pada Blue Paper-The Expected Impact of Climate Change on The Ocean yang dihasilkan dari HLP-SOE.

“KKP telah berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca (GRK) dengan melakukan upaya pengembangan riset blue carbon, pendataan kapal penangkapan ikan dan perikanan budidaya untuk strategi penurunan GRK, restorasi dan penanaman mangrove, peningkatan luasan dan penguatan efektivitas pengelolaan kawasn konservasi perairan, dan pengembangan Ocean Health Index”, terang Hendra.

Selain itu Hendra juga menggagas pembentukan kelompok kerja perubahan iklim sektor kelautan dan perikanan, penyusunan roadmap dan dukungan anggaran yang memadai untuk mendorong isu ocean ke kancah global. (AT Network)

Tags: Konservasi LautWisata Bahari
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.