ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI akan menjadi tuan rumah Konferensi Parlemen Internasional atau Meeting of the Speakers of Eurasian Countries’ Parliaments (MSEAP) 2021.
Konferensi ini akan digelar di Bali pada tahun depan dengan diperkirakan dihadiri oleh parlemen negara-negara Eurasia (Eropa dan Asia) dari 100 negara.
Ketua BKSAP Fadli Zon dan Gubernur Bali, Wayan Koster telah melakukan pertemuan untuk memantapkan persiapan event ini, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (17/11/2020).
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mengatakan Bali masih menjadi daya tarik yang sangat besar untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional.
Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Meeting of the Speakers of Eurasian Countries’ Parliaments (MSEAP) pada perhelatan MSEAP ke-4 tahun 2019 di Kazakhstan.
“Bali memang sangat memanggil. Biasanya kalau ada konferensi di Bali lebih banyak yang datang,” kata Fadli, dikutip Rabu (18/11/2020).
Fadli berharap tahun depan pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga konferensi bisa digelar lebih cepat. Menurutnya panitia akan mengundang 100 negara untuk hadir dalam konferensi internasional MSEAP yang akan diselenggarakan sekitar bulan September sampai November.
“Lebih cepat lebih baik, tergantung situasi dan keadaan,” imbuh politisi partai Gerindra itu.
Menurut Fadli, konferensi internasional menjadi salah satu momentum memberikan kabar kepada masyarakat di negara masing-masing bahwa pariwisata di Bali sudah terbuka, terjamin, aman dan protokol kesehatannya sudah berstandar internasional.
“Event ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap pariwisata Bali hingga mempercepat pemulihan ekonomi Bali,” imbuhnya.
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut antusias rencana penyelenggaan event MSEAP 2021 ini.
Wayan Koster menyampaikan, sejauh ini penanganan Covid-19 di Bali sudah semakin membaik. Hanya saja kondisi pariwisata Bali yang sekarang ditopang wisatawan domestik belum pulih dan tak sebaik daerah lain.
“Tingkat hunian hotel baru sekitar 20 persen,” ujarnya.
Koster berharap dengan terselenggaranya konferensi internasional yang diselenggarakan DPR RI tahun depan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional untuk datang ke Bali dan berdampak positif terhadap ekonomi Bali.
“Kami akan mempersiapkan agar konferensi internasional ini tidak hanya terpusat di satu tempat khusus seperti Nusa Dua, tetapi menyasar destinasi wisata lain seperti Sanur dan Ubud agar dampak ekonominya bisa lebih dirasakan secara luas oleh masyarakat Bali,” imbuhnya. (ATN)
