• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pasar CPO di Asia Diproyeksi Pulih Lebih Cepat

by Redaksi Asiatoday
December 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Belanda Siap Galang Investor Global Dukung Produksi CPO Indonesia

Produksi Sawit Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Director Solvent Extractors’ Association of India BV Mehta mengungkapkan, industri CPO di Asia akan pulih lebih cepat.

Pasalnya, tren peningkatan permintaan produk minyak sawit Indonesia di tiga pasar utama Asia yaitu India, China dan Pakistan mulai terlihat pada kuartal ketiga 2020 setelah penurunan permintaan terjadi pada paruh pertama 2020.

“Di India, pandemi Covid-19 menyebabkan konsumsi minyak sawit menurun sampai 30 persen. Hingga  Oktober, impor minyak sawit turun dari 9,4 juta ton pada 2019 menjadi 7,2 juta ton di tahun 2020,” jelasnya saat menjadi pembicara di forum Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2020 New Normal yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (3/12/12).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Menurut Mehta, penurunan konsumsi minyak sawit ini tak hanya dipicu oleh pandemi, tetapi juga dipengaruhi kebijakan pemerintah India yang memberlakukan bea masuk tindak pengamanan dan dimasukkannya RBD palm olein dalam daftar komoditas yang dibatasi.

Walau demikian, Mehta mengatakan India setidaknya membutuhkan 8,4 sampai 9 juta ton minyak sawit pada 2021.

Sejauh ini impor dari Indonesia masih mendominasi pasar India dibandingkan dengan CPO dari Malaysia.

“Impor minyak nabati tertinggi India berasal dari minyak sawit bandingkan dengan minyak nabati lain. Impor ini masih akan meningkat sejalan dengan peningkatan populasi dan konsumsi,” paparnya.

Sementara itu, Presiden Chamber of Commerce for Import and Export of Foodstuffs Native Produce and Animal By-Product China, Cao Derong menerangkan penurunan konsumsi minyak sawit juga sempat terjadi di China.

Pada kuartal pertama 2020, impor minyak kelapa sawit turun signifikan menjadi 320.000 ton.

“Volume ekspor sawit ke China terus menyusut. Memasuki Juni 2020, volume impor minyak sawit kembali tumbuh 25,5 persen secara tahunan seiring dengan kebijakan penanganan wabah Covid-19,” jelas Cao Derong.

Menurut Cao Derong, minyak sawit merupakan minyak nabati impor terbesar di China. Konsumsi minyak sawit di China mencapai 40 persen dari total konsumsi yakni untuk industri kimia.

Pada 2019, China mengimpor 8,48 juta ton minyak sawit atau 66 persen dari total impor minyak nabati negara tersebut. Dari jumlah tersebut, Indonesia menjadi pemasok utama dengan volume mencapai 6,02 juta ton.

Cao Derong juga menyebutkan permintaan pasar yang cukup tinggi membuat China sangat bergantung pada impor minyak nabati terutama minyak sawit.

“Dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di tahun 2021 terutama di industri katering, konsumsi minyak sawit diperkirakan akan meningkat,” terang Cao.

Meski demikian, Cao juga mengingatkan adanya dampak kebijakan insentif pemerintah Malaysia terhadap pasar China.

“Pemerintah Malaysia memiliki kebijakan insentif yang besar untuk mengekspor minyak kelapa sawit ke China. Akibatnya, ada gap harga minyak kelapa sawit antara Malaysia dan Indonesia yang menghasilkan penurunan keseluruhan dalam pengadaan China dari Indonesia,” pungkas Cao. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia TradeEkspor CPOIndustri Sawit
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.