• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

UNICEF: 371.504 Bayi Lahir pada Hari Pertama 2021 di Dunia, India dan China Tertinggi

by Redaksi Asiatoday
January 3, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNICEF Indonesia Luncurkan Langkah Pencegahan Wabah Corona di Sekolah

Kantor UNICEF Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lembaga Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memprediksi sebanyak 371.504 bayi tercatat lahir pada hari pertama 2021.

India berada di posisi pertama dengan proyeksi kelahiran anak mencapai 59.995 bayi pada 1 Januari 2021. Kemudian, disusul China (35.615), Nigeria (21.439), Pakistan (14.161), Indonesia (12.336), Ethiopia (12.006), Amerika Serikat (10.312), Mesir (9.455), Bangladesh (9.236), dan Republik Demokratik Kongo (8.640).

Sementara itu, sepanjang 2021, UNICEF memperkirakan bakal ada sebanyak 140 juta anak yang lahir dengan rata-rata harapan hidup mencapai 84 tahun.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Menurut Direktur eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, anak-anak yang lahir saat ini memasuki dunia jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

“Tahun baru membawa kesempatan baru untuk menata ulang. Anak-anak yang lahir hari ini akan mewarisi dunia yang mulai kita bangun untuk mereka,” kata Fore, seperti di lansir dari laman resmi UNICEF, Minggu (3/1/2021).

Fore mencatat, saat ini dunia sedang menghadapi pandemi global, perlambatan ekonomi, meningkatnya kemiskinan, dan ketidaksetaraan yang semakin dalam.

Sebagai respons terhadap pandemi COVID-19, UNICEF meluncurkan kampanye Reimagine, sebuah upaya global mencegah penyebaran virus corona baru jadi krisis abadi bagi anak-anak di dunia.

Melalui kampanye tersebut, UNICEF mendesak pada pemerintah, publik, donor, dan sektor swasta untuk bergabung sebagai upaya merespons, memulihkan, serta menata ulang dunia lebih baik pascapandemi.

Tahun 2021 juga akan menandai peringatan 75 tahun UNICEF. Sepanjang tahun ini, UNICEF dan mitranya akan memperingati hari jadi dengan acara, serta pengumuman dalam melindungi anak-anak dari konflik, penyakit, dan pengucilan, serta memperjuangkan hak mereka untuk bertahan hidup, mendapat kesehatan, juga pendidikan.

“Menjelang tahun baru, kami memperbarui komitmen kami untuk melindungi anak-anak, menyuarakan hak-hak mereka, dan memastikan suara mereka didengar, di mana pun mereka tinggal,” imbuh Fore. (ATN)

Tags: Unicef
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.