• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

GEM China Segera Kuasai Nikel di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)

by Redaksi Asiatoday
January 5, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Smelter di Morowali Hanya Keruk Nikel, Kontribusi ke Daerah Nol

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu smelter nikel terbesar di Indonesia yang merupakan investasi China di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan baterai kendaraan listrik China GEM Co Ltd akan menggandakan kepemilikannya dalam proyek nikel Indonesia, sehingga menjadi investor mayoritas untuk memperkuat kendali strategis atas sumber daya mineral di tengah kekurangan nikel.

Dikutip dari The Star, Rabu (5/1/2021), melalui kerangka nota kesepahaman (MoU), GEM mengatakan dalam sebuah pernyataan, Jingmen salah satu unit usaha GEM, telah setuju dengan mitra di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk meningkatkan kepemilikannya menjadi 72 persen dari 36 persen.

Adapun ketentuan finansial dari MoU yang belum diselesaikan tidak diungkapkan. Selain itu tidak jelas kapan MoU akan diimplementasikan.

RelatedPosts

Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Pabrik yang dirancang untuk memproduksi bahan kimia yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik dengan kapasitas tahunan 50.000 ton, diharapkan mulai berproduksi pada akhir 2020 namun ditunda karena pandemi global Covid-19.

GEM telah merencanakan proyek tersebut bersama dengan produsen stainless dan nikel Tsingshan Group, sebuah unit dari Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL), rumah perdagangan Jepang Hanwa Co Ltd dan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada 2018.

Di samping 36 persen saham unit GEM Jingmen saat ini, unit CATL memegang 25 persen, Tsingshan memiliki 21 persen dan sisanya dimiliki oleh IMIP dan Hanwa.

Berdasarkan MoU tersebut, Jingmen akan meningkatkan kepemilikannya di unit CATL dan Tsingshan masing-masing sebesar 60 persen dan 100 persen, meningkatkan kepemilikan keseluruhannya atas proyek Indonesia menjadi 72 persen.

Saham IMIP dan Hanwa akan terpengaruh langsung oleh kesepakatan tersebut. CATL, Hanwa dan IMIP tidak menjawab panggilan telepon untuk meminta komentar, sementara Tsingshan menolak berkomentar. (ATN)

Tags: Asia BusinessCATLGEM ChinaHilirisasi NikelIMIP MorowaliIndonesia Morowali Industrial ParkIndustri BateraiNikelTsingshan Corp
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.