• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Papua Nugini Akan Batasi Ekspor Emas Hingga 30 Persen

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Papua Nugini Akan Batasi Ekspor Emas Hingga 30 Persen

Tambang emas di Papua Nugini. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara penghasil emas terbesar dunia ke-14, Papua Nugini berencana membatasi eskpor emasnya hingga 30 persen guna memperbaiki pertumbuhan ekonomi dalam negerinya.

“Kami sedang dalam proses mengembangkan kerangka kerja untuk mempertahankan setidaknya 30 persen dari emas kami yang kami ekspor setiap tahun,” terang Menteri Perdagangan dan Industri Papua Nugini Wera Mori seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/8/2019).

Dilain pihak, James Marape, mantan menteri keuangan yang kini terpilih menjadi Presiden Papua Nugini, merasa bahwa manfaat yang dirasakan dari setiap proyek pertambangan beberapa sumber daya alam yang dikuasai pihak swasta, cenderung kurang dialirkan kepada masyarakatnya.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Adapun, seperti aset-asetnya di tambang emas Porgera yang mayoritas kepemilikannya dipegang oleh perusahaan join venture Barrick Gold dan Zijin Mining Group, yang saat ini sedang dalam proses perpanjangan kontrak.

Porgera, yang terletak di wilayah dataran tinggi utara Papua Nugini, diperkirakan menghasilkan 240.000 hingga 260.000 ons emas tahun ini. Barrick dan Zijin masing-masing memiliki 47,5 persen dari kepemilikan tambang, dengan 5 persen sisanya dipegang oleh kelompok pemilik tanah, Mineral Resources Enga.

Wera Mori berencana untuk mengambil bagian saham lebih besar dari tambang emas Porgera dan akan memberikan sebagian saham Barrick dan Zijin kepada pemerintah nasional, provinsi, dan kepada pemilik tanah.

“Kami ingin melihat tambang berlanjut, tetapi kali ini harus disusun sedemikian rupa dengan lebih banyak kepentingan nasional di dalamnya,” ujar Mori.

Tidak hanya kepemilikan saham pertambangan emas, Papua Nugini juga akan mengirimkan timnya untuk menegosiasikan kembali perjanjian LNG Papua dengan perusahaan minyak Perancis Total SA. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: EksporPapua NuginiTambang Emas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.