• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Siap Rajut Kembali Hubungan dengan AS

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Minta Amerika Tak Picu Perang Dingin dan Hentikan Kebohongan

Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China siap merajut kembali hubungan dengan  Amerika Serikat (AS) di era Presiden Joe Biden.

Menteri Luar negeri China Wang Yi meminta AS berhenti mencampuri urusan dalam negeri China terkait Taiwan, Hong Kong, Xinjiang dan Tibet

Selain itu, AS juga harus mencabut pembatasan perdagangan.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Kami tahu bahwa pemerintahan AS yang baru sedang meninjau dan menilai kebijakan luar negerinya, kami berharap para pembuat kebijakan akan mengikuti perkembangan zaman, melihat dengan jelas tren dunia, meninggalkan bias, melepaskan kecurigaan yang tidak beralasan dan membawa kebijakan China sebagai hal yang rasional dan memastikan kembali perkembangan hubungan yang stabil antara kedua negara,” kata Wang, seperti dikutip dari Associated Press, Senin (22/2/2021)

Beijing juga mendesak pemerintahan Biden membatalkan tindakan konfrontatif yang diadopsi oleh pendahulunya Donald Trump.

Wang mengatakan China tidak berniat untuk menantang atau menggantikan posisi AS. Mereka siap untuk hidup berdampingan secara damai.

Namun Wang mendesak AS untuk berhenti mencoreng reputasi Partai Komunis China.

“Berhenti berkomplot atau bahkan mendukung ucapan dan aksi yang keliru dari pasukan separatis untuk kemerdekaan Taiwan, dan berhenti merongrong kedaulatan dan keamanan China atas urusan dalam negerinya mengenai Hong Kong, Xinjiang dan Tibet,” ujar Wang.

Wang mengatakan AS harus mengaktifkan kembali semua perundingan yang telah dihentikan Trump, serta meningkatkan kerja sama dalam masalah-masalah bilateral serta internasional.

Kedua belah pihak, ujar Wang dapat bekerja sama menangani pandemi Covid-19, perubahan iklim dan pemulihan ekonomi global, yang saat ini menjadi masalah terbesar.

Di bidang perdagangan, Wang memaparkan China akan membela hak-hak perusahaan AS sambil berharap pemerintahan Biden akan menyesuaikan kebijakannya secepat mungkin.

“Kebijakannya antara lain menghapus tarif yang tidak wajar atas barang-barang China, mencabut sanksi sepihak terhadap perusahaan China dan lembaga penelitian, dan membebaskan penindasan tak masuk akal atas kemajuan teknologi China,” ujarnya.

Wang menerangkan lebih lanjut, AS juga harus mencabut pembatasan pada media, pendidikan, dan pertukaran orang-ke-orang untuk membalikkan penurunan jumlah orang China yang belajar di AS dan kunjungan warga China untuk pariwisata atau bisnis.

“Saya berharap kedua belah pihak akan bekerja sama untuk mengarahkan kapal raksasa China-AS menghubungkan kembali ke jalur pembangunan yang sehat menuju masa depan yang cerah dengan prospek yang tak terbatas,” ucap Wang.

Meskipun Biden telah menjanjikan keterlibatannya kembali, namun belum jelas apakah ia akan membuat perubahan mendasar dalam kebijakan Washington terhadap Beijing.

Kini, China menghadapi lebih banyak tantangan ketika menjalin kembali hubungan dengan AS.

Sejumlah kendala bagi China yakni catatan perdagangannya, sengketa teritorial dengan tetangga, dan tuduhan pencurian teknologi dan mata-mata. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.