• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Kecam Belanda Usai Dituduh Lakukan Genosida atas Uighur

by Redaksi Asiatoday
February 27, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Kecam Belanda Usai Dituduh Lakukan Genosida atas Uighur 1

Kota Kashgar, Xinjiang. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China  bereaksi keras dengan mengecam mosi parlemen Belanda yang menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Xi Jinping telah melakukan genosida terhadap etnis minoritas Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menuduh para anggota parlemen Belanda menggunakan Xinjiang sebagai alasan untuk dengan sengaja mencoreng citra China dan mencampuri urusan dalam negeri.

“Fakta menunjukkan bahwa tidak pernah ada ‘genosida’ di Xinjiang,” kata Wang kepada wartawan di Beijing pada Jumat (26/2/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Wang berharap Belanda segera mencabut pernyataan itu dan menghentikan kesalahannya dan mengambil tindakan nyata untuk menjaga keutuhan hubungan bilateral.

Pernyataan itu diutarakan China setelah parlemen Belanda mengesahkan mosi berisikan pernyataan membenarkan terjadi genosida terhadap etnis minoritas Uighur di China.

Tudingan Belanda itu muncul setelah sekian lama China diduga menahan dengan sewenang-wenang setidaknya satu juta warga etnis Uighur di Xinjiang di kamp layaknya kamp konsentrasi.

Belanda merupakan negara Eropa pertama yang menuduh China melakukan genosida terhadap Uighur. Sebelum Belanda, parlemen Kanada dan Amerika Serikat telah lebih dulu membuat pernyataan serupa.

Setelah sempat menyangkal keberadaan kamp Uighur di Xinjiang, China beralasan tempat penahanan itu merupakan pusat pelatihan pendidikan keterampilan untuk memberdayakan etnis minoritas tersebut.

Salah satu tujuan Beijing membangun “kamp pelatihan” itu adalah untuk mencegah etnis Uighur dan Muslim lainnya terjerumus ekstremisme.

Pekan lalu, China menyatakan kebijakan terhadap etnis Uighur di Xinjiang dan wilayah Tibet merupakan contoh cemerlang kemajuan Hak Asasi Manusia. (ATN)

Tags: Human RightsSave UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.