• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tesla Berlabuh di India, Indonesia Masih Negosiasi

by Redaksi Asiatoday
February 28, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lampaui GM dan Ford, Tesla Jadi Perusahaan Mobil Paling Bernilai di Amerika

Produsen mobil listrik, Tesla. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Produsen otomotif yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Tesla Inc akan mendirikan unit manufaktur mobil listrik di negara bagian Karnataka, India Selatan, menurut dokumen pemerintah yang dilihat oleh Reuters, dikutip pada Minggu.

“Perusahaan AS Tesla akan membuka unit manufaktur mobil listrik di Karnataka,” kata pemerintah negara bagian itu dalam sebuah pernyataan singkat.

Pernyataan itu adalah bagian dari dokumen yang lebih luas yang menguraikan sorotan anggaran India untuk rakyatnya dalam bahasa lokal Kannada.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Bulan lalu, produsen mobil listrik itu menggabungkan Tesla Motors India dan Energy Private Limited dengan kantor terdaftarnya di kota Bengaluru di Karnataka, pusat perusahaan teknologi global.

Kepala Menteri Negara B.S. Yediyurappa kemudian mengatakan dalam sebuah cuitan yang kemudian dihapus, bahwa Tesla akan memulai operasinya di India dengan unit R&D di Bengaluru.

Tidak segera jelas apakah pernyataan hari Sabtu itu merujuk pada unit yang sama.

Tesla dan kantor menteri utama negara bagian Karnataka tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

CEO Tesla Elon Musk telah mencuit  beberapa kali lewat Twitter tentang perusahaan yang akan segera terjun ke India. Pada bulan Desember, Musk mengonfirmasi dalam cuitannya di Twitter bahwa Tesla akan diluncurkan di negara itu pada tahun 2021.

India sangat ingin mengurangi ketergantungan minyaknya dan mengurangi polusi, tetapi upayanya untuk mempromosikan kendaraan listrik terhalang oleh kurangnya investasi di bidang manufaktur dan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya.

Untuk meningkatkan investasi, India berencana menawarkan 4,6 miliar dolar AS insentif kepada perusahaan yang mendirikan fasilitas manufaktur baterai canggih, menurut laporan Reuters tahun lalu.

Sedangkan di Indonesia, rencana investasi Tesla belum pasti dan saat ini masih dalam proses negosiasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan negosiasi Pemerintah Indonesia dengan Tesla masih terus berjalan.

Kepastian itu diungkapkannya menyusul kabar Tesla yang akan membangun pabrik di India, di tengah komunikasi perusahaan tersebut dengan pemerintah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Namun, menurut Bahlil, pasang surut negosiasi dalam berbisnis merupakan hal biasa yang terjadi.

“Saya sampaikan, ini kan masih negosiasi. Tidak ada yang hengkang. Kalau hengkang itu kan sudah tiba, baru pergi. Ini negosiasi masih berproses. Jadi kalau orang dalam negosiasi bisnis, masih deal-deal-an itu biasalah pasang surut. Dunia belum berakhir. Jangan pesimis, barang ini masih jalan terus,” katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu.

Bahlil mengatakan proses negosiasi panjang juga dilakukan dengan investor asal Korea Selatan LG, yang akan berinvestasi di bidang produksi baterai kendaraan kendaraan listrik.

“Samalah negosiasi dengan LG, itu juga kan pasang surutnya tinggi. Satu tahun lebih baru clear. Jadi doakan saja yang terbaik untuk Tesla,” katanya.

Menurut Bahlil, rampungnya peraturan pelaksana UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diharapkan pula akan memberikan iklim investasi yang lebih baik bagi pengembangan usaha sehingga dapat membangun persepsi positif bagi investor.

Pemerintah telah menyelesaikan 51 peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja yang terdiri dari 47 Peraturan Pemerintah (PP) dan empat Peraturan Presiden (Perpres).

Mantan Ketua Umum Hipmi itu mengatakan negosiasi merupakan hal biasa dalam investasi. Ia meyakini, dengan terus berusaha dan kreatif, perjuangan pemerintah tidak akan sia-sia.

“Ada satu kata kunci yaitu, berusaha berusaha berusaha, kreatif, jangan pernah mundur dan yakinlah bahwa usaha selalu akan sampai dengan perjuangan yang kuat,” pungkasnya. (Ant)

Tags: Investasi Mobil ListrikTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.