• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, Laba Saudi Aramco Turun Drastis

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Saham Saudi Aramco Melejit Selama 3 Hari, Capai Valuasi US$2 Triliun

Saudi Aramco facilities. Special

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global Covid-19 turut berdampak terhadap laba raksasa energi Arab Saudi, Aramco.

Pada Minggu (21/3/2024), Saudi Aramco membukukan penurunan laba bersih sebesar 44,4 persen sepanjang tahun lalu.

Kondisi ini disebabkan karena harga minyak mentah lebih rendah di tengah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan turunnya permintaan global.

RelatedPosts

Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Aramco, telah mengungkapkan penurunan laba berturut-turut sejak pengungkapan pendapatan pada 2019.

Hal ini menambah tekanan pada keuangan pemerintah karena di saat bersamaan Riyadh mengejar proyek multimiliar dolar untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak.

“Aramco mencapai laba bersih sebesar USD49 miliar atau sekitar Rp706 triliun pada 2020,” kata perusahaan itu dalam pernyataan, dikutip AFP.

Laba itu turun dari USD88,2 miliar pada 2019. Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar dunia, terpukul tahun lalu oleh pukulan ganda dari harga rendah dan pemotongan tajam dalam produksi.

Kepala Eksekutif Aramco Amin Nasser menggambarkannya sebagai salah satu tahun paling menantang dalam sejarah baru-baru ini.

Perusahaan itu mengatakan, pendapatan dipengaruhi oleh harga minyak mentah yang lebih rendah dan volume penjualan serta melemahnya margin penyulingan dan bahan kimia.

Tapi dibandingkan dengan banyak perusahaan internasional yang merugi, Aramco–yang memulai debutnya di pasar saham pada 2019–memainkan ketahanan finansial kuat meskipun ada tantangan.

Harga minyak mentah telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir menjadi lebih dari USD60 per barel. Tetapi dalam jangka pendek, analis mengatakan raksasa Saudi bersiap untuk kemungkinan gelombang infeksi virus corona lebih lanjut yang dapat merusak pemulihan ekonomi global tentatif. (ATN)

Tags: AramcoMinyak DuniaSaudi Aramco
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.