• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, Laba Saudi Aramco Turun Drastis

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Saham Saudi Aramco Melejit Selama 3 Hari, Capai Valuasi US$2 Triliun

Saudi Aramco facilities. Special

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global Covid-19 turut berdampak terhadap laba raksasa energi Arab Saudi, Aramco.

Pada Minggu (21/3/2024), Saudi Aramco membukukan penurunan laba bersih sebesar 44,4 persen sepanjang tahun lalu.

Kondisi ini disebabkan karena harga minyak mentah lebih rendah di tengah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan turunnya permintaan global.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Aramco, telah mengungkapkan penurunan laba berturut-turut sejak pengungkapan pendapatan pada 2019.

Hal ini menambah tekanan pada keuangan pemerintah karena di saat bersamaan Riyadh mengejar proyek multimiliar dolar untuk mendiversifikasi ekonomi yang bergantung pada minyak.

“Aramco mencapai laba bersih sebesar USD49 miliar atau sekitar Rp706 triliun pada 2020,” kata perusahaan itu dalam pernyataan, dikutip AFP.

Laba itu turun dari USD88,2 miliar pada 2019. Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar dunia, terpukul tahun lalu oleh pukulan ganda dari harga rendah dan pemotongan tajam dalam produksi.

Kepala Eksekutif Aramco Amin Nasser menggambarkannya sebagai salah satu tahun paling menantang dalam sejarah baru-baru ini.

Perusahaan itu mengatakan, pendapatan dipengaruhi oleh harga minyak mentah yang lebih rendah dan volume penjualan serta melemahnya margin penyulingan dan bahan kimia.

Tapi dibandingkan dengan banyak perusahaan internasional yang merugi, Aramco–yang memulai debutnya di pasar saham pada 2019–memainkan ketahanan finansial kuat meskipun ada tantangan.

Harga minyak mentah telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir menjadi lebih dari USD60 per barel. Tetapi dalam jangka pendek, analis mengatakan raksasa Saudi bersiap untuk kemungkinan gelombang infeksi virus corona lebih lanjut yang dapat merusak pemulihan ekonomi global tentatif. (ATN)

Tags: AramcoMinyak DuniaSaudi Aramco
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.