ASIATODAY.ID, KOLOMBO – Otoritas Sri Lanka mengusir satu kapal yang terdaftar di Antigua karena membawa muatan nuklir, pada Rabu (21/4/2021).
Melansir AFP, Kamis (22/4/2021), kapal itu memasuki wilayah Sri Lanka tanpa mengumumkan bawaan kargo radioaktif menuju China.
Dewan Pengaturan Energi Atom Sri Lanka menyatakan MV BBC Napoli diminta untuk pergi setelah ditemukan berada di pelabuhan Hambantota yang dikelola China pada Selasa malam membawa uranium hexafluoride.
“Kapal itu tidak mengumumkan muatannya yang berbahaya – uranium hexafluoride – dan kami memutuskan untuk memerintahkannya segera meninggalkan perairan kami,” kata direktur jenderal dewan Anil Ranjith kepada AFP.
Kapal itu datang dari Rotterdam. Tetapi pihak berwenang tidak mengatakan ke mana tujuan persis kapal itu di China.
Ranjith mengatakan kapal itu melakukan pelanggaran karena memasuki pelabuhan tanpa menyatakan bahan yang digunakan untuk memperkaya uranium, bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan senjata.
Pemimpin oposisi Sri Lanka Sajith Premadasa menuntut penyelidikan atas insiden tersebut. Dia menggambarkan insiden itu sebagai ancaman keamanan yang serius.
“Angkatan Laut belum diizinkan naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan,” kata Premadasa.
Hingga kini, belum ada komentar langsung dari pemerintah.
Pelabuhan Hambantota disewakan ke China pada 2017 selama 99 tahun setelah pemerintah Kolombo tidak dapat membayar kembali utang US$ 1,4 juta (Rp 20,3 miliar) yang dipinjam dari Beijing untuk biaya pembangunan. (ATN)
