• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

George Soros Akuisisi ViacomCBS, Discovery dan Baidu Senilai Rp5 Triliun

by Redaksi Asiatoday
May 16, 2021
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
George Soros Akuisisi ViacomCBS, Discovery dan Baidu Senilai Rp5 Triliun

George Soros. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan investasi milik George Soros mengakuisisi saham ViacomCBS, Discovery dan Baidu saat mereka dijual dalam blok besar selama keruntuhan Archegos Capital Management milik Bill Hwang.

Dikutip dari Bloomberg, Minggu (16/5/2021), Soros Fund Management membeli USD194 juta saham ViacomCBS Inc., Baidu Inc. senilai USD77 juta, serta USD46 juta dari Vipshop Holdings Ltd. dan USD34 juta dari Tencent Music Entertainment Group selama kuartal pertama, menurut pengajuan peraturan yang dirilis Jumat (14/5/2021). Secara total, nilai akuisisi tersebut mencapai USD351 juta atau Rp5,08 triliun.

Seseorang yang mengetahui pembelian tersebut mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak memegang sahamnya sebelum ledakan Archegos.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Archegos, kantor keluarga mantan manajer hedge fund Bill Hwang, berantakan selama minggu terakhir Maret setelah mengumpulkan posisi leverage yang besar dalam portofolio yang terkonsentrasi pada perusahaan AS dan China. Pada puncaknya, kantor milik keluarga tersebut memiliki modal lebih dari USD20 miliar dan total taruhan melebihi USD100 miliar.

Hwang musnah hanya dalam beberapa hari setelah investasi termasuk ViacomCBS dan Discovery jatuh, memicu panggilan margin dari bank global, yang kemudian menjual saham dalam perdagangan blok besar. Kegagalan Archegos Capital Management diperkirakan akan merugikan industri keuangan AS sekitar USD10 miliar.

Hal ini telah mendorong penyelidikan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS dan menyebabkan pergolakan di Credit Suisse Group AG, dimana hit melebihi USD5 miliar. Pengajuan dari Soros ini memberikan salah satu contoh pertama tentang bagaimana hedge fund berusaha memanfaatkan sisa-sisa Archegos yang tertekan. Ini juga menawarkan wawasan tentang perusahaan investasi Soros, yang dijalankan oleh Chief Investment Officer Dawn Fitzpatrick.

Dikatakan, pada Maret 2021 bahwa dia bersedia untuk melompat pada dislokasi di pasar, menginvestasikan USD4 miliar selama pandemi yang menyebabkan bisnis mati suri setahun yang lalu, termasuk membeli hipotek perumahan dengan harga murah.

Soros mengembalikan hampir 30 persen dalam 12 bulan hingga Februari dan mengelola USD27 miliar di berbagai strategi.

“Ketika ada dislokasi, kami siap untuk tidak hanya menggandakan tetapi melipatgandakan ketika fakta dan keadaan mendukung itu,” jelasnya.

Soros juga meningkatkan pertaruhannya di Amazon.com Inc. dan pembangun rumah DR Horton Inc., yang sekarang menjadi posisi ekuitas publik terbesar kedua.

13F, yang manajer uangnya mengawasi lebih dari USD100 juta dalam ekuitas AS, mengungkapkan bahwa Soros memegang USD4,5 miliar ekuitas AS, turun USD77 juta dari kuartal sebelumnya. Penjualan saham terbesar dalam kuartal ini dari Palantir Technologies Inc. ketika Soros menjual 18,5 juta saham senilai sekitar USD435 juta.

Perusahaan tersebut awalnya mengungkapkan bahwa mereka memiliki saham di perusahaan penambangan data kontroversial yang dikendalikan oleh Peter Thiel pada November, tetapi dengan cepat mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa investasi asli dilakukan pada tahun 2012 dan menyesali keputusan tersebut. (ATN)

Tags: Amazon IncBaiduDiscoveryGeorge SorosSoros FundViacomCBS
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.