• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rugi US$44 Miliar, Apple Pertimbangkan Relokasi Produksi dari China

by Redaksi Asiatoday
August 26, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rugi US$44 Miliar, Apple Pertimbangkan Relokasi Produksi dari China

Apple Inc in China. Special

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Apple Inc. tengah mempertimbangkan opsi untuk merelokasi basis produksinya dari China menyusul kerugian yang dialami perusahaan akibat memanasnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Ketergantungan Apple Inc. pada basis produksi iPhone di China selama ini, kini menjadi mimpi buruk bagi produsen gadget asal AS tersebut. Perusahaan mengalami rugi US$44 miliar di pasar saham pada Jumat (24/08/2019), setelah kembali memanasnya perang dagang pasca pengumuman tarif dagang baru dari AS dan China.

Kini produsen gadget tersebut harus mengatur strategi untuk merelokasi basis produksinya dari China. Seperti diketahui, sebagian besar produksi iPhone dunia dibuat di China saat ini.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk segera mencari alternatif lokasi manufaktur di luar China.

Analis Wedbush Securities Inc David Ives menuturkan relokasi basis produksi adalah sesuatu yang Apple sama sekali belum siap.

“Dalam skenario kasus terbaik, Apple akan dapat memindahkan 5% -7% dari produksi iPhone keluar dari China selama 18 bulan,” ungkap Ives, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (26/08/2019).

Untuk memindahkan sebanyak 20% produksinya, maka perusahaan akan membutuhkan waktu tiga tahun. Namun, angka ini lebih kecil dari produksi iPhone untuk pasar domestik AS yang mencapai 25%. Oleh karena itu, tarif barang-barang impor dari China akan berdampak langsung pada keuangan Apple.

Sementara itu, mitra perakitan utama Apple, Foxconn, telah mengklaim bahwa pihaknya memiliki kapasitas untuk membangun semua iPhone di luar China.

Namun, penerapannya akan membutuhkan banyak waktu dan uang. Sejumlah pihak menilai hampir tidak mungkin untuk merelokasi pembuatan perangkat iPhone secara grosir karena sulit mendapatkan tenaga kerja terampil di tempat lain.

Hal ini sudah dibuka oleh CEO Apple Tim Cook di depan publik. Tantangan mereplikasi jalur produksi yang kompleks dan membangun infrastruktur yang diperlukan juga merupakan hambatan utama.

Sementara itu, Apple telah meminta setidaknya beberapa pemasok untuk mengajukan proposal terkait dengan basis produksi di luar China. Sayangnya, tidak ada tanda Apple akan mempersiapkan migrasi skala besar dalam waktu dekat.

Salah satu pemasok mengajukan proposal lokasi di luar China, tetapi Apple menolak hal tersebut. Alhasil, pemasok tersebut justru melakukan perluasan produksi di China.

Upaya salah satu pemasok Apple, GoerTek, untuk mengalihkan sebagian produksi AirPods ke Vietnam dilakukan atas kemauan perusahaan sendiri. Namun, tidak ada satupun basis produksi untuk produk iPhone yang keluar dari China.

Apple sebenarnya memiliki basis produksi kecil di India, tetapi produksinya hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal negara tersebut. Kemampuan CEO Apple Tim Cook untuk melobi pemerintah AS terkait dengan keringanan tarif akan ditempa dalam beberapa minggu ke depan.

Apple sejauh ini memperoleh penangguhan pembebasan bea masuk untuk iPhone, iPad dan laptop Apple, hingga 15 Desember. Tetapi ke depan, Apple harus menyusun rencana komprehensif untuk membangun pabrik iPhone di luar China berapapun biayanya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AppleApple Developer AcademyPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.