• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pangkas Disparitas, Pemerintah Indonesia Bangun 10 Kota Metropolitan

by Redaksi Asiatoday
August 26, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pangkas Disparitas, Pemerintah Indonesia Bangun 10 Kota Metropolitan

Jakarta Kota Metropolitan. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan mengembangkan 10 kota metropolitan baru menyusul pemindahan ibu kota baru ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Menurut Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro, 10 kota metropolitan itu akan dibangun di empat wilayah Jawa dan enam kota metropolitan lainnya di luar Jawa.

“Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar dan Manado akan memperkuat pembangunan di luar jawa. Konsepnya, apakah kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, atau kawasan pariwisata. Selain datangkan turis, kami ingin kawasan pariwisata jadi pionir perkembangan ekonomi daerah,” terang Bambang di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Bambang mengungkapkan, pemindahan ibu kota sebagai strategi pemerintah dalam mengurangi kesenjangan (disparitas) antara masyarakat Pulau Jawa dan di luar Jawa.

“Kita mulai otonomi 2001. Namun ketika 2001 porsi Jawa 55% dan luar Jawa 45%. Namun hari ini malah Jawa 58%. Artinya kita harus buat langkah yang tidak biasa, tak cukup dengan pemerataan infrastruktur atau Dana Alokasi Umum (DAU). Harus kongkrit dalam bentuk investasi di luar Jawa,” paparnya.

Menurut Bambang, industrialiasi yang berbasis hilirisasi harus banyak dibangun di luar Jawa. Dengan begitu, angka kesenjangan bisa ditekan.

“Jadi pabrik Sumber Daya Alam jangan hanya ada di Jawa namun di tempat masing-masing turunan sawit di Sumatera, turunan bauksit di Kalimantan, turunan nikel di Sulawesi,” jelasnya.

Membangun ibu kota baru kata dia, bukan hanya berarti memindahkan pusat pemerintahan. “Pemeritahan itu bagian dari jasa yang akan berdampak pada wilayah sekelilingnya. Dampak yang menurut saya akan menekan kesenjangan,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bambang BrodjonegoroIbukota Baru IndonesiaKalimantan TimurKota MetropolitanPemindahan Ibu Kota
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.