• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pangkas Disparitas, Pemerintah Indonesia Bangun 10 Kota Metropolitan

by Redaksi Asiatoday
August 26, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pangkas Disparitas, Pemerintah Indonesia Bangun 10 Kota Metropolitan

Jakarta Kota Metropolitan. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan mengembangkan 10 kota metropolitan baru menyusul pemindahan ibu kota baru ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Menurut Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro, 10 kota metropolitan itu akan dibangun di empat wilayah Jawa dan enam kota metropolitan lainnya di luar Jawa.

“Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar dan Manado akan memperkuat pembangunan di luar jawa. Konsepnya, apakah kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, atau kawasan pariwisata. Selain datangkan turis, kami ingin kawasan pariwisata jadi pionir perkembangan ekonomi daerah,” terang Bambang di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Bambang mengungkapkan, pemindahan ibu kota sebagai strategi pemerintah dalam mengurangi kesenjangan (disparitas) antara masyarakat Pulau Jawa dan di luar Jawa.

“Kita mulai otonomi 2001. Namun ketika 2001 porsi Jawa 55% dan luar Jawa 45%. Namun hari ini malah Jawa 58%. Artinya kita harus buat langkah yang tidak biasa, tak cukup dengan pemerataan infrastruktur atau Dana Alokasi Umum (DAU). Harus kongkrit dalam bentuk investasi di luar Jawa,” paparnya.

Menurut Bambang, industrialiasi yang berbasis hilirisasi harus banyak dibangun di luar Jawa. Dengan begitu, angka kesenjangan bisa ditekan.

“Jadi pabrik Sumber Daya Alam jangan hanya ada di Jawa namun di tempat masing-masing turunan sawit di Sumatera, turunan bauksit di Kalimantan, turunan nikel di Sulawesi,” jelasnya.

Membangun ibu kota baru kata dia, bukan hanya berarti memindahkan pusat pemerintahan. “Pemeritahan itu bagian dari jasa yang akan berdampak pada wilayah sekelilingnya. Dampak yang menurut saya akan menekan kesenjangan,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bambang BrodjonegoroIbukota Baru IndonesiaKalimantan TimurKota MetropolitanPemindahan Ibu Kota
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.