• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Jadi Referensi Global dalam Penerapan Pajak Karbon 

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Jadi Referensi Global dalam Penerapan Pajak Karbon 

Pajak Karbon. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Penerapan pajak karbon oleh pemerintah Indonesia menjadi terobosan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) diapresiasi oleh lembaga-lembaga internasional.

Pasalnya, pajak karbon menjadi terobosan nyata pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim.

Dalam pertemuan The Institute of International Finance (IIF) 2021, lembaga itu menyatakan Indonesia sebagai juara dalam upaya pengendalian perubahan iklim global.

RelatedPosts

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

The Hidden Cost of Indonesia’s Nickel Boom: Deaths, Pollution, and Rights Violations

“Pajak karbon adalah bukti bahwa Indonesia sudah ambil bagian dalam upaya pengendalian perubahan iklim, dan seyogyanya negara lain juga mengambil bagiannya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (13/10/2021).

Pengenalan pajak karbon terkait dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada 2030 sebesar 29 persen dengan upaya sendiri atau business as usual (BAU) atau hingga 41 persen dengan bantuan internasional dalam Paris Agreement.

Di samping pajak karbon, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya lainnya termasuk penandaan anggaran iklim (climate budget tagging) dalam APBN. Alokasi anggaran pemerintah hanya mampu membiayai 21,3 persen dari total anggaran yang dibutuhkan sehingga Indonesia masih membutuhkan kerja sama dari internasional dan swasta.

Ketika ditanya mengenai bagaimana memastikan negara lain mengambil langkah serupa di Indonesia, Sri Mulyani menjawab bahwa kuncinya adalah pajak karbon. Menurut dia, pajak karbon akan menguatkan eksistensi pasar karbon.

“Pasar karbon memastikan bahwa upaya pengendalian perubahan iklim menjadi tidak hanya adil tetapi juga terjangkau (affordable) karena sifatnya memberi insentif bagi swasta untuk berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Dengan adanya mekanisme ini, negara berkembang diharapkan banyak yang ikut,” ungkapnya.

Selain itu, karena intinya adalah karbon, menuju COP26, Indonesia juga mempertimbangkan Energy Transition Mechanism (ETM) untuk mengakselerasi transisi energi dari yang berkarbon tinggi menuju energi yang lebih bersih dan terbarukan. (ATN)

Tags: Climate ChangePajak KarbonPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.