• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ventura Capital Investasikan USD675 Miliar untuk Perkuat Startup di Dunia

by Redaksi Asiatoday
January 16, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Startup di Indonesia Diproyeksi Kian Agresif

Industri Startup. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, LONDON – Modal ventura (venture capital) telah menginvestasikan lebih dari USD675 miliar atau setara Rp9.662 triliun pada perusahaan rintisan (startup) di seluruh dunia pada tahun 2021.

Nilai investasi itu dua kali lipat dari level tertinggi sepanjang masa tahun 2020.

Menurut data yang diterbitkan Kamis lalu (13/1/2022) oleh Dealroom dan London & Partners, jumlah “unicorn” terus meningkat tahun lalu, dengan sekitar 133 startup di San Francisco mencatat valuasi lebih dari USD1 miliar, diikuti oleh 69 di New York, 21 di Boston, 20 di London, 16 di Bengaluru dan 15 di Berlin.

RelatedPosts

Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Lonjakan jumlah unicorn didukung oleh jumlah megaround (putaran pendanaan awal lebih dari USD100 juta).

Beberapa perusahaan rintisan paling terkenal di London, termasuk perusahaan pengiriman makanan Deliveroo dan perusahaan rintisan keamanan siber Darktrace, melakukan go public di London Stock Exchange pada tahun 2021.

Namun, mereka menerima sambutan beragam dari investor, dan banyak perusahaan rintisan terbesar di Eropa, termasuk Spotify masih memilih untuk daftar di New York.

Nazim Salur, pendiri aplikasi pengiriman bahan makanan cepat Getir, mengatakan kepada CNBC pada bulan Desember bahwa Eropa tidak memperlakukan perusahaan teknologi sebaik AS.

“Terlalu banyak skeptisisme di Eropa,” katanya, seraya menambahkan bahwa ini berasal dari investor dan pembuat kebijakan.

Dia mengatakan, Getir yang baru-baru ini menembus valuasi USD7,5 miliar, kemungkinan besar akan terdaftar di AS jika go public.

Getir sedang dalam pembicaraan dengan investor tentang putaran baru pendanaan swasta yang akan bernilai lebih dari USD12 miliar, menurut Bloomberg.

Menurut Salur, Eropa memiliki “ekonomi yang sangat kuat secara keseluruhan” dan merupakan pemain yang kuat di bidang manufaktur mobil, farmasi, mode dan industri lainnya, tetapi tidak sekuat itu dalam hal startup.

“Ada beberapa startup yang bagus. Tetapi ketika Anda melihat banyaknya daftar unicorn misalnya, sekitar 800 perusahaan, setengahnya dari AS dan sepertiganya dari China dan sisanya adalah seluruh dunia. Sayangnya Eropa tidak terwakili sebagaimana mestinya.” (ATN)

Tags: Industri DigitalStartupVenture Capital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.