• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tren “Berbagi” Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia

by Redaksi Asiatoday
January 20, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tren “Berbagi” Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia

Platform online dan offline konten digital global, SHAREit. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Platform online dan offline konten digital global, SHAREit memproyeksikan, kebiasaan berbagi terutama dalam komunitas terdekat dan keluarga, akan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital kawasan Asia.

Masyarakat Asia yang terkenal dengan budaya berbagi rekomendasi terpercaya lewat metode word-of-mouth, saat ini tengah dihadapkan dengan masifnya pertumbuhan aplikasi mobile di kawasan ini, yang berdampak kepada sektor ekonomi digital berbasis data.

Global Vice President SHAREit Group Karam Malhotra mengatakan peer-to-peer adalah ekosistem sosial offline-online terbesar di dunia, sehingga salah satu cara terbaik untuk memenangkan persaingan pasar aplikasi adalah lewat metode rekomendasi berbasis komunitas.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Karam mencontohkan bagaimana kepercayaan terhadap suatu aplikasi dibangun lewat berbagi rekomendasi dan tinjauan.

“Setiap permainan populer memiliki setidaknya 30 variasi aplikasi yang menyerupainya,” katanya, Kamis (20/1/2022).

“Bagaimana kita dapat mengetahui mana aplikasi permainan yang asli dan tidak memiliki virus, malware, atau spyware? Pastinya dengan bertanya kepada teman atau keluarga terdekat,” lanjutnya.

Hal itu diperkuat dengan sebuah studi oleh Google berjudul How to Stay Top-of-Mind in Asia’s Crowded Apps Marketplace yang mengatakan metode penemuan aplikasi teratas adalah melalui teman dan keluarga.

Dengan kekuatan pengguna yang kuat di ekosistem berbasis Android, SHAREit optimistis untuk bisa menjadi salah satu platform yang dapat diandalkan baik dari sisi pengguna, maupun brand aplikasi yang akan memanfaatkan aplikasi SHAREit untuk menjangkau lebih banyak pengguna di kawasan.

“Android merupakan ekosistem yang kuat, dengan musik, gim, video, dan aplikasi yang berasal dari berbagai kreator. SHAREit percaya kekuatan ini akan menjadi tolok ukur pertumbuhan industri aplikasi mobile di Asia Pasifik,” kata Karam.

Seiring pertumbuhan konsumsi data pengguna di seluruh dunia, Karam yakin bahwa tren berbagi data secara volume dan kuantitas akan tumbuh secara eksponensial dengan perkembangan industri aplikasi mobile.

“Sebelumnya kita sudah cukup puas dengan permainan dengan size 10MB, namun sekarang rata-rata aplikasi gim memiliki ukuran file sedikitnya 1GB. Kita telah beralih dari masa gim “Snake” pada era kejayaan Nokia menjadi gim seperti “Call of Duty” yang mencerminkan tingginya pertumbuhan penggunaan data konsumen hingga 100x lipat,” jelas Karam.

Sebagai salah satu elemen penting yang mendukung infrastruktur digital di Asia Tenggara, SHAREit juga membantu para pelaku e-commerce untuk mengenal dan menjangkau konsumen mereka, sekaligus para pemain bank digital yang ingin menjangkau masyarakat unbanked.

Lewat upaya tersebut, SHAREit juga terlibat dalam upaya membangun inklusi keuangan dengan memanfaatkan lebih dari 700 pengiklan global dan basis pengguna global mereka.

“Sebagai salah satu contoh upaya nyata, kami membantu perusahaan fintech dan e-commerce seperti aplikasi e-wallet populer di Filipina Gcash dan e-commerce Shopee, untuk mencapai inklusi keuangan secara menyeluruh di kawasan mereka dengan jangkauan ads yang ditargetkan bagi basis pelanggan SHAREit,” kata Karam.

Selain itu, Karam juga menyoroti fenomena bermunculannya startup aplikasi social commerce yang mulai mendapat perhatian konsumen di kawasan Asia karena menawarkan pengalaman belanja yang lebih terpersonalisasi.

“Pertumbuhan dari industri social commerce di Asia akan mencapai tingkat kematangan dalam jangka waktu lima tahun ke depan,” kata Karam, merujuk pada keberhasilan konsep social commerce di negara yang sudah lebih matang seperti China.

SHAREit yang awalnya dikenal sebagai aplikasi berbagi file, telah bertransformasi menjadi platform marketing aplikasi yang efektif, dan mampu membantu kliennya dalam mengakuisisi pengguna baru, menawarkan opsi pembayaran digital kepada pengguna, sekaligus memonetisasi pengguna mereka dengan mulus berkat jaringan pengguna SHAREit yang kuat.

“Saat ini SHAREit sedang menggerakkan pertumbuhan ekonomi digital dengan cara yang mungkin banyak orang tidak ketahui sebelumnya,” pungkas Karam. (AT Network)

Tags: Asia DigitalAsia Pasifik DigitalSHAREit
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.