• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Serbuan Impor AC dari China Mulai ‘Membunuh’ Produsen di Indonesia 

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Serbuan Impor AC dari China Mulai ‘Membunuh’ Produsen di Indonesia 

PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Serbuan impor produk pendingin udara (AC) dari China yang kini membanjiri pasar Indonesia, secara perlahan mulai ‘membunuh’ produsen di dalam negeri.

Pasalnya, produk impor AC OEM (Original Equipment Manufacturing) dari China, kini telah mengisi 80% pasar di Indonesia.

“Produksi AC dalam negeri sejak pandemi hanya mengisi 20% pasar domestik, sisanya 80% produk-produk OEM impor dari China,” kata Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI), Daniel Suhardiman dalam keterangannya, Senin (21/2/2022).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Dalam 5 tahun terakhir permintaan AC residensial di dalam negeri meningkat terus. Diperkirakan hingga 3 tahun mendatang pasarnya hampir mencapai 2 juta per tahun atau senilai Rp6 triliun.

“Khususnya produk AC, impor produk OEM dari China arusnya semakin deras lagi, karena pemerintah China memberikan fasilitas Export Tax Rebate hingga 17% bagi eksportir di negaranya,” jelas Daniel.

Menurutnya, produksi dalam negeri sangat sulit untuk bisa bersaing dengan produk impor dari China yang telah mendapat insentif.

Melihat situasi tersebut, Daniel berharap pemerintah berpihak pada industri AC dalam negeri yang saat ini telah mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40%.

Dalam kondisi pasar dalam negeri yang cukup sulit saat ini, pelaku industri juga harus bersaing pula dengan produk impor China yang bersubsidi.

“Di sisi lain sejak pandemi ini harga bahan baku dan biaya logistik masih tinggi serta belum kembali normal,” kata Daniel.

Daniel juga berharap konsistensi kerja sama kementerian dan lembaga pemerintah terkait untuk menarik investasi AC masuk ke Indonesia dan menambah lapangan kerja baru, melalui berbagai instrumen peraturan seperti PI (Persetujuan Impor), SNI, Label Hemat Energi, syarat TKDN.

Daniel menjelaskan, selama ini Panasonic tetap berkomitmen untuk mengembangkan industri AC di dalam negeri. Bahkan terus melakukan relokasi industrinya dan investasi guna meningkatkan TKDN serta nemperkuat struktur industri dalam negeri.

“Selain meningkatkan kualitas SDM Panasonic juga berusaha meningkatkan penguasaan teknologi di dalam negeri,” imbuh Daniel. (ATN)

Tags: Industri ACKerjasama Indonesia-ChinaPanasonic Manufacturing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.