• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Volkswagen Segera Bangun Smelter Nikel di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
July 19, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi USD1,1 Miliar, Konsorsium Hyundai Gandeng IBI Bangun Industri Sel Baterai EV

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW) akan segera membangun pabrik pengolahan (smelter) nikel di Indonesia.

Demikian diungkapkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia setelah menyambut kedatangan Chief Procurement Officer VW, Jorg Teichmann di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta.

Mesin demikian, belum disebutkan kapan realisasi investasi itu akan dimulai.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Volkswagen (VW) berencana membangun pabrik pengolahan nikel di Indonesia dan akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat untuk membahas mengenai rencana investasi tersebut,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Selasa (19/7/2022).

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka membahas mengenai realisasi rencana investasi VW di Indonesia.

Bahlil mengatakan, Indonesia saat ini sedang gencar mengembangkan kendaraan listrik, apalagi Indonesia diuntungkan dengan kekayaan bijih nikel yang melimpah sebagai sumber energi kendaraan listrik.

“Saat ini Kementerian Investasi/BKPM terus mendorong agar Indonesia mengambil peranan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di dunia, mengingat Indonesia memiliki cadangan bijih nikel sebanyak 25 persen dari seluruh cadangan dunia,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku agen tunggal pemegang merek VW di Indonesia mengakui pemerintah RI sudah melakukan pertemuan dengan prinsipal produsen mengenai industri kendaraan listrik.

Bahlil menyebutkan saat ini sudah ada sejumlah investor global di industri baterai kendaraan listrik yang sudah memastikan diri untuk berinvestasi di Indonesia, diantaranya LG, CATL, BASF hingga BritishVolt.

“Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelIndustri Kendaraan ListrikKerjasama Indonesia-JermanVolkswagen
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.