• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Indonesia Dorong Relasi ASEAN-Rusia Usung Misi Perdamaian

by Redaksi Asiatoday
August 6, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Dorong Relasi ASEAN-Rusia Usung Misi Perdamaian

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi. Dok Kemlu

ASIATODAY.ID, PHNOM PENH – Indonesia mendorong agar kemitraan ASEAN-Rusia yang sudah terjalin selama lebih dari 25 tahun, tetap mengusung misi perdamaian.

“Indonesia berharap agar kemitraan ASEAN-Rusia dapat membawa perdamaian dan kemakmuran yang berdasarkan Piagam PBB, Piagam ASEAN dan prinsip-prinsip hukum internasional,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Retno Marsudi dalam ASEAN-Russia Ministerial Meeting, di Phnom Penh, Kamboja Kamis (4/8/2022).

“Dengan penghormatan terhadap prinsip-prinsip ini, maka kemitraan ASEAN-Rusia akan berlangsung lebih langgeng”, lanjut Menlu Retno.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Dalam pertemuan, Menlu Retno juga sampaikan kembali harapan Indonesia agar konflik di Ukraina dapat diselesaikan secara damai. Harapan ini juga disampaikan saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Putin pada bulan Juli lalu.

“Indonesia tidak akan berhenti untuk terus mendorong penyelesaian damai perang di Ukraina,” imbuhnya.

Selain itu, Menlu Retno juga menyoroti isu ketahanan pangan. Indonesia sampaikan bahwa dampak perang sangat dirasakan oleh semua negara, termasuk negara-negara di Kawasan.

Oleh karena itu, upaya reintegrasi ekspor pangan dan pupuk Rusia dalam rantai pasok dunia perlu terus didorong.

“Indonesia juga mendukung tercapainya kesepakatan Black Sea Initiative dan mengharapkan Rusia terus mendukung pelaksanaannya”, kata Menlu Retno.

Isu terakhir yang disampaikan oleh Menlu Retno adalah perkembangan di Myanmar.

Menlu Retno sampaikan bahwa tidak terdapat kemajuan yang signifikan pelaksanaan 5 Points of Consensus (5PCs). Indonesia juga melihat tidak adanya komitmen Junta Militer untuk melaksanakan 5PCs.

Oleh karena itu, Indonesia mengharapkan bahwa kunjungan Menlu Rusia, Lavrov ke Myanmar sebelum pertemuan ASEAN, tidak mengirimkan pesan yang berlawanan dengan dorongan ASEAN agar Junta dapat segera mengimplementasikan 5PCs. (ATN)

Tags: Asean -RusiaPerdamaian Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.