• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Kaya Nikel, Namun Masih Kesulitan Produksi Baterai

by Redaksi Asiatoday
August 29, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Standar Lingkungan Nikel Indonesia Jadi Sorotan di Pasar Global

Aktivitas penambangan Nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia masih kesulitan dalam mengolah nikel menjadi produk baterai kendaraan listrik siap pakai.

Padahal, Indonesia menjadi salah satu penghasil nikel paling banyak di dunia bahkan mengalahkan Rusia.

Hal itu terungkap dalam forum webinar hasil kerja sama Mahagana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Adidaya Initiative.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Sebuah keuntungan bagi Indonesia mengingat 51 persen produksi baterai merupakan katoda yang dapat berupa Nikel,” kata Sekretaris Adidaya Intiative, Naufal Hanif Hawari, ST., dikutip dari laman ITS, Senin (29/8/2022).

Berdasarkan data 2019, produksi nikel di Indonesia masih diperuntukkan untuk produksi baja anti karat, sedangkan produksi baterai belum dilakukan.

“Untuk produksi baterai, Indonesia baru membangun smelter nikel di daerah Gresik, Jawa Timur yang diperkirakan menjadi yang terbesar di dunia,” katanya.

Adapun salah satu permasalahan utama terkait produksi nikel untuk baterai di Indonesia adalah cara pemurnian yang berbeda dengan produksi baja anti karat.

Pemurnian nikel yang dibutuhkan untuk menjadi bahan baku pembuatan baterai mencapai 99,9 persen atau nikel murni.

“Nikel yang ada di Indonesia adalah laterit yang letaknya dangkal sehingga mudah ditambang tetapi mengandung banyak kandungan lain sehingga sulit dimurnikan,” imbuh Naufal.

Padahal, metode yang perlu dilakukan untuk pemurnian tersebut adalah High-pressure Acid Leaching (HPAL).

Ia mengatakan, proses ini dilakukan menggunakan tekanan tinggi dan mineral dicuci dengan asam sulfat secara kimiawi.

“Metode ini tidak mudah, diperlukan energi listrik dan sumber daya lain yang sangat banyak, seperti asam sulfat hingga 100 ton perharinya,” jelasnya.

Naufal juga menjelaskan, Indonesia Battery Corporation (IBC) sendiri membagi 3 tahap utama dalam produksi baterai Li-Ion di Indonesia.

1. Tahap pertama berfokus pada pembangunan pabrik.

2. Tahap kedua berfokus pada produksi untuk skala domestik.

3. Tahap terakhir berfokus pada produksi untuk skala global dan daur ulang.

“Daur ulang ini yang sering terlupakan padahal sangat penting perannya, Indonesia pun harus bisa melakukannya,” jelas Naufal.

Karenanya, ke depannya Indonesia akan menghadapi pasar nikel yang sangat besar karena kebutuhannya sangat banyak terlebih Indonesia termasuk penyedia nikel terbanyak.

“Kita berharap nilai ekonomi nikel Indonesia dapat menjadi lebih tinggi tidak seperti sekarang yang hanya sebatas baja anti karat saja,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelIndustri BateraiNikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.