• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Inggris: China Ancaman Keamanan Global

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengapa Perempuan Muda di China Enggan Menikah?

China Country. Doc

ASIATODAY.ID, LONDON – Badan intelijen siber Inggris pada Selasa (11/10/2022) menuduh China sebagai ancaman keamanan global karena mencoba menulis ulang aturan keamanan internasional.

Inggris mengatakan, Beijing menggunakan kekuatan ekonomi dan teknologinya untuk mengendalikan negaranya maupun negara lain.

Direktur Government Communications Headquarters (GCHQ), Jeremy Fleming, mengatakan, tumbuhnya kekuatan Beijing adalah masalah keamanan nasional yang akan menentukan masa depan dunia.

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Dalam pidato publik kepada lembaga think tank Royal United Services Institute, Fleming menuduh, otoritas Beijing ingin mendapatkan keuntungan strategis dengan membentuk ekosistem teknologi dunia.

“Dalam hal teknologi, tindakan bermotivasi politik dari China adalah masalah yang semakin mendesak yang harus kita akui dan atasi. Teknologi tidak hanya menjadi area peluang, kompetisi dan kolaborasi, tetapi juga menjadi medan pertempuran untuk kontrol, nilai, dan pengaruh,” ujar Fleming, dikutip dari AP, Rabu (12/10/2022).

Menurut Fleming, sistem satu partai di Beijing berusaha mengendalikan populasi China. Dengan sistem itu, Beijing melihat negara-negara lain sebagai musuh potensial atau negara klien potensial, untuk diancam, disuap atau dipaksa.

Fleming memperingatkan, China sedang berusaha memecah infrastruktur internet agar dapat melakukan kontrol lebih besar. Dia juga mengatakan, China berusaha menggunakan mata uang digital oleh bank sentral untuk mengintip transaksi pengguna. Langkah ini untuk menghindari sanksi internasional di masa depan, seperti sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Fleming berpendapat, sistem satelit BeiDou China dapat berisi kemampuan antisatelit yang kuat, dengan doktrin menolak akses negara lain ke luar angkasa jika terjadi konflik.
Dia meminta perusahaan dan peneliti Barat memperkuat perlindungan kekayaan intelektual. Dia juga menyerukan kepada negara-negara demokratis mengembangkan alternatif yang dapat mencegah negara berkembang menggadaikan masa depan dengan membeli teknologi China.

Fleming mengatakan, negara-negara demokrasi dunia tidak boleh ketinggalan dalam bidang-bidang mutakhir seperti komputasi kuantum, dan memperingatkan potensi kelemahan semikonduktor, termasuk chip penting yang digunakan dalam elektronik sehari-hari. Taiwan adalah pemimpin dunia dalam produksi chip.

“Peristiwa di Selat Taiwan dan risiko apa pun terhadap rantai pasokan vital itu, berpotensi berdampak langsung pada ketahanan Inggris dan pertumbuhan global di masa depan,” kata Fleming.

Menanggapi pernyataan Fleming, seorang pejabat China di Beijing mengatakan, pengembangan teknologi China ditujukan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan tidak menimbulkan ancaman.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan, tuduhan Inggris tidak berdasar dan menimbulkan provokasi.

“Tuduhan ini tidak memiliki dasar faktual sama sekali. Tuduhan ini berpegang teguh pada apa yang disebut ancaman China dan memprovokasi konfrontasi tidak menguntungkan siapa pun dan pada akhirnya akan menjadi bumerang,” kata Mao.

Hubungan antara Inggris dan China semakin membeku dalam beberapa tahun terakhir. Pejabat Inggris menuduh Beijing melakukan dalih ekonomi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Mata-mata Inggris telah memberikan penilaian yang semakin negatif terhadap pengaruh dan niat Beijing. Tahun lalu kepala badan intelijen luar negeri MI6, Richard Moore, menyebut China sebagai salah satu ancaman terbesar bagi Inggris dan sekutunya.

Pada 2020, mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengikuti langkah Amerika Serikat dalam melarang perusahaan teknologi China Huawei sebagai risiko keamanan. Johnson memerintahkan Huawei untuk dikeluarkan dari jaringan telekomunikasi 5G Inggris pada 2027. (ATN)

Tags: ChinaIndo PasifikInggrisKeamanan Siber
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.