• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ribuan Ikan Mati Dipantai, BMKG Tegaskan Bukan Pertanda Tsunami

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sumatera dan Jambi Dikepung 1.211 Titik Panas

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Warga yang bermukim diwilayah pesisir Pantai Hutumuri, Rutong, Lehari dan Hukurila, Ambon sempat dilanda kekhawatiran menyusul banyaknya ikan yang mati dan mengapung di daerah itu, sejak pekan lalu.

Warga panik karena peristiwa itu dikaitkan dengan pertanda akan terjadinya bencana gempa dan tsunami yang

Merespon fenomena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tidak ada korelasi antara kematian ikan dan bencana.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Selama ini belum pernah ada peristiwa gempa besar dan memicu tsunami yang didahului oleh matinya ikan secara massal,” kata Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/9/2019).

BMKG meminta warga tidak mudah percaya isu yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam ilmu gempa bumi tanda alam seperti itu nihil sebagai pertanda gempa dan tsunami.

“Kematian ikan secara massal ini dipastikan oleh sebab lain,” imbuhnya.

Selama ini kata Daryono, kasus kematian ikan secara massal dapat diakibatkan oleh adanya ledakan, keracunan, atau faktor lingkungan yang mengakibatkan ikan mati.

Saat ini pihak terkait sedang melakukan investigasi untuk mencari sebab matinya ikan-ikan di Pantai Ambon.

Aktivitas kegempaan di Ambon dan sekitarnya saat ini tergolong normal.

“Tidak tampak adanya aktivitas yang mencolok sehinga masyarakat diminta tenang,” kata Daryono.

BMKG juga meminta masyarakat tidak perlu mengungsi karena saat ini sedang tidak ada kejadian gempa kuat. BMKG juga tidak sedang mengeluarkan peringatan dini tsunami. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana AlamBMKGFenomena AlamTsunami
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.