• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Waspadai Propaganda LGBTQI+ di Indonesia Melalui Utusan Pemerintah AS

Lembaga-lembaga seperti UNDP dan USAID sudah lama mensponsori kampanye LGBT di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
December 2, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Cetuskan World Consultative Assembly, Wadah Baru Perdamaian Dunia

Gedung MPR/DPR Republik Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Anggota DPR Republik Indonesia Nasyirul Falah Amru menanggapi rencana Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang akan mengirim Jessica Stern, utusan khusus untuk memajukan hak asasi kaum Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Queer, Intersex dan lainnya (LGBTQI+) ke Indonesia.

Stern disebut akan menemui pejabat pemerintah dan perwakilan masyarakat sipil di Indonesia pada 7-9 Desember 2022 mendatang.

Pria yang kerap disapa Gus Falah itu meminta semua pihak, khususnya pemerintah, mewaspadai kedatangan Stern. Sebab, utusan AS itu diduga kuat membawa misi agar Indonesia melegalisasi pernikahan sesama jenis.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Gerakan legalisasi hak LGBT atau pernikahan sejenis itu, merupakan bagian dari propaganda ideologi liberalisme yang bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara kita,” ujar Gus Falah dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (1/12/2022).

Gus Falah menegaskan, sebagai bangsa yang memegang teguh falsafah Pancasila, Indonesia tak bisa menerima propaganda maupun gerakan LGBT.

Pancasila, ujarnya, salah satu dasar utamanya adalah nilai-nilai agama yang terwujud dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua agama yang diakui di Indonesia, tambahnya, menolak praktik homoseksual atau LGBT.

“Dan karena nilai-nilai agama itu inheren dalam Pancasila, maka Pancasila pun menolak praktik atau legalisasi LGBT,” tegas Gus Falah.

Kampanye LGBT, lanjut Politisi PDI-Perjuangan itu, merupakan propaganda liberalisme yang dilancarkan negara-negara serta kelompok-kelompok dari barat ke seluruh dunia.

Saat ini, ungkap Gus Falah, sudah lebih dari 30 negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Pada umumnya, adalah negara-negara yang terpengaruh liberalisme barat. Dan sebagian kecil adalah negara-negara komunis seperti Vietnam dan Kuba.

Gus Falah memaparkan, bahkan dalam ajang Piala Dunia 2022 di Qatar ini, kampanye LGBT juga diupayakan oleh tim maupun warga dari negara-negara barat.

Legislator Dapil Jawa Timur X itu mencontohkan aksi timnas Jerman yang memprotes larangan memakai ban kapten pelangi ‘One Love’ sebagai wujud kampanye LGBT.  Selain itu, bendera LGBT juga sempat dikibarkan warga Italia saat laga Portugal versus Uruguay.

“Bangsa Indonesia, yang memegang teguh Pancasila menjadi sasaran propaganda ideologi liberalisme yang berwujud kampanye LGBT itu. Lembaga-lembaga internasional seperti UNDP dan USAID bahkan sudah lama mensponsori kampanye LGBT di Indonesia dengan kucuran dana tak sedikit. Maka, kedatangan utusan Pemerintah AS itu harus kita waspadai. Kita harus menyaring ideologi apapun, baik liberalisme maupun radikalisme-ekstremisme, yang tak sesuai Pancasila,” tegas Gus Falah. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: LGBTLGBTIQ+
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.