• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Parlemen Indonesia dan Uni Eropa Bahas Hambatan Ekspor Sawit

by Redaksi Asiatoday
February 23, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Parlemen Indonesia dan Uni Eropa Bahas Hambatan Ekspor Sawit

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon menerima kunjungan Parlemen Uni Eropa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2023). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon menerima kunjungan Parlemen Uni Eropa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Kunjungan ini membahas berbagai macam permasalahan global, energi terbarukan hingga agenda politik Indonesia menjelang Pemilihan Umum 2024.

Selain itu, dibahas pula persoalan terkait perdagangan kelapa sawit yang merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang mengalami pembatasan karena kekhawatiran atas isu deforestasi.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Jadi memang diskusinya sangat luas. Tetapi kita selalu menerima delegasi dari Parlemen Eropa ini, dari banyak Komisi mereka juga sering hadir setahun bisa 2-3 kali ya mungkin lebih. Dan saya kira ini adalah satu hal yang sangat positif, artinya mereka mempunyai perhatian lebih ke kawasan ASEAN dan khususnya pada Indonesia. Dan selalu kita terima di DPR RI oleh BKSAP,” ujar Fadli Zon.

Dalam bidang ekonomi, dalam pertemuan ini membahas mengenai persoalan pembatasan ekspor kelapa sawit karena aspek deforestasi dan kesehatan. Kampanye hitam terkait deforestasi ini tidak dapat dipungkiri lantaran terjadi banyaknya kebakaran hutan di Indonesia pada masa lalu.

Terkait Kesehatan, saturated fat yang dinilai membuat kelapa sawit berbahaya juga ditemukan di produk lainnya seperti keju, coklat, dan sebagainya.

“Beberapa tahun belakangan ini ekspor kelapa sawit kita itu dihambat, karena ada keputusan-keputusan yang bisa dianggap juga sebagai trade barrier ya gitu, tuduhan-tuduhan deforestasi dan seterusnya. Tapi kita dari sisi parlemen ya, DPR RI kita juga menyampaikan kepada mereka bahwa mungkin itu ada kasus per kasus tetapi secara umum sekarang ini sudah jauh lebih baik itu dan harusnya tidak ada lagi hambatan terhadap produk-produk ekspor kita, baik kelapa sawit maupun komoditas lainnya,” jelasnya.

Kasus kebakaran hutan di Indonesia sendiri dalam beberapa tahun ini telah mengalami penurunan. Oleh karena itu, Politisi Fraksi Partai Gerindra itu pun menolak alasan lingkungan hidup yang menjadi hambatan dalam Indonesia melakukan ekspor kelapa sawit.

Ia pun menilai butuh diplomasi dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, parlemen maupun pihak swasta untuk mengatasi persoalan ekspor minyak kelapa sawit ini.

“Saya kira pada umumnya mereka sudah banyak kemajuan tetapi kan tentu ada politiknya juga di situ ya. Ada juga negara-negara tertentu yang ingin memproteksi atau melindungi kepentingan para petani bunga matahari karena bersaing ya minyaknya mereka dengan minyak kelapa sawit kita. Jadi ini adalah tugas diplomasi baik itu dari pemerintah, negara maupun dari DPR dan juga masyarakat Indonesia lainnya dan terutama juga dari para swasta yang berkiprah di bidang ini,” pungkasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BKSAPFadli Zon LibraryUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.