• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

KTT BRICS Bahas 5 Agenda Krusial

by Redaksi Asiatoday
August 18, 2023
in Forum
Reading Time: 3 mins read
A A
0
KTT BRICS Bahas 5 Agenda Krusial 1

Presiden China, Xi Jinping memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS XIV secara virtual di Beijing, Kamis malam (23/6/2022). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 negara-negara BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India China dan Afrika Selatan yang akan berlangsung di Johannesburg pekan depan akan membahas 5 agenda krusial.

Laporan Bloomberg, Jumat (18/8/2023), para pemimpin negara yang akan hadir dalam KTT tersebut diantaranya Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Xi Jinping dari China, Presiden Brasil Luiz Lula da Silva dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menghadapi surat perintah penangkapan internasional atas dugaan kejahatan perang di Ukraina, akan hadir secara virtual dan tidak hadir secara langsung.

RelatedPosts

Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies

Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access

UNFPA Partners with Guardian Girls Indonesia and the Japan Foundation on SEA-WCD

Sedikitnya 40 kepala negara dan pemerintahan menghadiri KTT BRICS. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga akan hadir mewakili Vladimir Putin.

Duta Besar Afrika Selatan untuk BRICS Anil Sooklal mengatakan KTT ini menjadi momentum para negara anggota dalam kekuatan global, karena saat ini Afrika Selatan dan negara-negara Global South masih tidak diperhitungkan.

“Tatanan liberal barat yang diciptakan setelah Perang Dunia Kedua tidak ingin memberi ruang bagi pemain baru,” ungkap Sooklal.

KTT BRICS diperkirakan akan membahas lima isu utama, salah satunya mengenai ekspansi anggota. Ekspansi dari BRICS kini menjadi agenda utama dan diketahui kini terdapat 23 negara berpotensi bergabung, termasuk Arab Saudi, Mesir dan Indonesia.

Agenda ini diperkirakan akan menjadi agenda utama karena sekitar 40 negara telah menunjukkan ketertarikan untuk bergabung, baik secara formal maupun informal, termasuk Arab Saudi, Argentina dan Mesir.

China, yang berusaha memperluas pengaruh geopolitiknya saat berseteru dengan Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka menyambut lebih banyak mitra yang berpikiran sama untuk bergabung BRICS sejak dini. Rusia juga mendukung perluasan anggota ini.

Di sisi lain, sementara Brasil menentang rencana ekspansi tersebut, karena khawatir BRICS yang sudah kuat ini akan kehilangan kekuatannya. Adapun India bersikap netral.

Kedua, mata uang umum. BRICS akan berupaya untuk mengurangi dominasi dolar dalam pembayaran dalam penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antara negara-negara anggota.

Duta Besar Afrika Selatan untuk BRICS Anil Sooklal mengatakan KTT tidak akan membahas rencana dedolarisasi atau mengganti dolar AS sebagai mata uang global.

“Tidak ada agenda dedolarisasi dalam agenda BRICS. BRICS tidak menyerukan dedolarisasi. Dolar akan terus menjadi mata uang global utama – itu adalah kenyataan,” jelas Sooklal.

Ketiga, New Development Bank (NDB). Bank tersebut yang menjadi saluran transaksi mata uang tersebut, memperkirakan bahwa setidaknya sepertiga dari pinjaman akan dalam mata uang lokal pada tahun 2026.

Presiden bank berbasis di Shanghai, Dilma Rousseff, akan memberikan pembaruan dalam pertemuan tersebut mengenai rencana untuk mendiversifikasi sumber pendanaannya. Ada juga keinginan untuk memperluas keranjang pinjaman bank dan beberapa negara di Timur Tengah, dan di tempat lain di Asia tertarik untuk menyumbangkan modal ke NDB.

Sooklal mengatakan bahwa sebanyak 12 negara sedang mempertimbangkan untuk menjadi anggota penuh.

Keempat, isu Ukraina. Sebagian besar negara anggota BRICS telah bersatu sejak perang. Hanya Brasil yang memilih mendukung resolusi PBB yang menyerukan diakhirinya konflik dan menuntut agar Rusia mundur. China, India dan Afrika Selatan abstain.

Kelima, adalah keamanan pangan. Melonjaknya harga pangan dapat merugikan miliaran orang termiskin di dunia, dan ketahanan pangan menjadi agenda, dengan tindakan India dan Rusia yang memperburuk situasi.

Seperti diketahui, India menyumbang 40 persen dari perdagangan beras dunia dan melakukan pembatasan ekspor. Rusia juga keluar dari kesepakatan Black Sea Grain Initiative, untuk memastikan perjalanan yang aman dari ekspor biji-bijian Ukraina.

Sedangkan, beras penting bagi Asia dan Afrika, yang berkontribusi 60 persen dari total asupan kalori bagi kedua wilayah tersebut.

“Saya percaya mereka berdua akan membuat pengumuman termasuk seputar pertanian,” jelas Sooklal dan dirinya yakin bahwa beberapa masalah tersebut dapat ditangani secara positif. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BRICS
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.