• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Indonesia Kenalkan Wisata Gastronomi di WTM London

by Redaksi Asiatoday
November 11, 2019
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Indonesia Kenalkan Wisata Gastronomi di WTM London

Ubud, Bali. Dok

ASIATODAY.ID, LONDON – Wonderful Indonesia sukses menarik perhatian seluruh pengunjung London World Travel Mart 2019. Apalagi, Indonesia terpilih menjadi satu dari 8 pembicara di Gastronomi Forum. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mitra WTM, World Food Travel Association.

Gastronomi Forum digelar setiap tahun dan selalu menjadi perhatian para pelaku industri food travel, media, food writer dan food blogger.

Dalam Gastronomi Forum, Indonesia diwakili oleh Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenparekraf, Vita Datau. Dia juga pendiri Indonesia Gastronomi Network.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Pembicara lainnya adalah Managing Director Madhya Pradesh Tourism Board Faiz Ahmed Kidwai, dan Deepak Raj Joshi yang merupakan CEO Nepal Tourism Board. Turut hadir menyaksikan Deputi Bidang Pemasaran II Kemenparekraf Nia Niscaya, dan Asdep Stakom II Kemenparekraf Diah Paham.

Forum yang digagas dengan format panel, dimoderatori langsung oleh Ketua WFTA Erik Wolf. WTFA adalah sebuah institusi yang melakukan banyak riset mengenai Food atau Culinary Tourism.

“Dalam pembukaan, Erik mengatakan gastronomi Indonesia sedang naik daun. Apalagi tahun ini Indonesia menyabet 3 dari 7 penghargaan Food Trekking Awards 2019. Dimana bahan pangan lokal menjadi sesuatu yang membuat penasaran para pemerhati wisata gastronomi dunia,” papar Vita Datau, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Senin (11/11/2019).

Indonesia sendiri mengisi sesi ketiga dihari terakhir WTM bersama dengan India dan Nepal. Sesi ini berjudul “Latest Trend in Gastro Tourism: Asia”

“Salah satu kriteria mengapa Indonesia diundang menjadi narasumber, karena WFTA melihat pergerakan yang masif di gastronomi Indonesia. Dan Kementerian Pariwisata dianggap melakukan strategi khusus. Sehingga mampu menggerakan semua stakeholders secara bersama sama,” jelas Vita.

Pergerakan ini dilihat melalui social media khususnya, kongres Internasional dimana Indonesia selalu tampil sebagai pembicara dipanel utama.

Menurutnya, Ubud sebagai UNWTO Destinasi Gastronomi percontohan, menjadi pencapaian yang dianggap luar biasa oleh para stakeholders dunia. Mereka ingin tau apa yang ada dipikiran Indonesia sehingga melakukan langkah masif yang berani dan dilihat banyak orang.

Vita Datau sendiri menjawab semua pertanyaan moderator dengan sangat jelas. Dijelaskannya, trend wisata gastronomi di Indonesia dipengaruhi oleh sebuah pergerakan masif. Pergerakan hasil penerapan sinergitas pemangku kepentingan yang tergabung dalam pentahelix ABCGM.

“Gastronomi Indonesia yang memiliki aset besar, potensi berlimpah. Karena keragaman budaya dan sumber kekayaan alamnya. Modal tersebut yg menjadikan semangat bagi semua pemangku kepentingan untuk bersama sama menjadikannya sebagai salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia,” papar Vita Datau.

Hal ini sangat mungkin terjadi. Karena dalam 3 tahun terakhir kuliner menjadi penyumbang PDB ekonomi kreatif terbesar. Pengeluaran wisatawan mencapai 30 hingga 35% adalah untuk kuliner dan belanja oleh2.

Vita mengatakan bahwa didalam berwisata gastronomi, para wisatawan mencari sebuah pengalaman otentik yang sarat kearifan lokal.

“Bukan hanya menikmati makanan lokal melainkan juga mencari tau elemen dalam ekosistem yg menyertainya,” ulasnya.

Sejak tahun 2017, Indonesia telah memilih beberapa destinasi wisata kuliner yang dinilai oleh Tim Percepatan Wisata Kuliner Belanja Kemenpar. Berdasarkan kriteria UNWTO dimana wisata gastronomi adalah sebuah pengalaman yang menyangkut makanan sebagai gaya hidup lokal, warisan, budaya, bahan lokal dan resep tradisional, cerita cerita dibalik makanan, nutrisi dan kesehatan.

“Jika ditelaah Indonesia memang memiliki banyak destinasi yang berpotensi, walaupun Tim menetapkan 10 terbaik dan 3 teratas adalah Bali, Joglosemar dan Bandung,” jelas Vita.

Di forum gastronomi WTM inilah Vita Datau menjelaskan apa saja yang menjadi strategi kementerian dalam mendorong pengembangan wisata gastronomi.

Bahan lokal menjadi sebuah kekuatan yang menarik perhatian moderator dan hadirin peserta forum. Apalagi beberapa produk Javara yang sudah punya nilai tambah ekonomi kreatif ikut di display saat sesi ini berlangsung.

Vita Datau menjelaskan bahwa letak geografi Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki laut, gunung menjadikan faktor penentu yg mempengaruhi kebiasaan makan di masing2 daerah.

“Peran makanan dalam upacara-upacara adat dan keagaman juga menjadi sebuah cerita menarik bagi para wisatawan saat berada di Indonesia. Kelas memasak yang mengangkat resep-resep dan cara masak tradisional menjadi hal yang paling dicari oleh para wisatawan kuliner. Pertanian, perikanan sebagai ekosistem paling hulu menjadi sebuah atraksi edukasi yang menarik. Demikian pula pasar tradisional,” paparnya.

Sesi tanya jawab menjadi saat paling menarik dimana peserta forum yang bertanya mendapat hadiah garam, bumbu dan kopi yang dipamerkan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Nia Niscaya yang juga ketua delegasi Wonderful Indonesia di Pameran Pariwisata kedua terbesar dunia ini, angkat topi buat gastronomi Indonesia.

“Usaha kita memposisikan gastronomi Indonesia di peta wisata dunia membuahkan hasil dengan diundangnya Indonesia di forum2 bergengsi dunia. Kedepannya kita pikirkan bagaimana kita bisa mengembangkan destinasi unggulan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Tujuannya, agar dapat menarik wisatawan kuliner, gastronomi sesuai target kita kedepan,” urai Nia Niscaya.(AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia TravelKemenparWisata AsiaWisata GastronomiWisata Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.