• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pacu Investasi, AmCham Indonesia Usulkan 4 Agenda Strategis

by Redaksi Asiatoday
November 23, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pacu Investasi, AmCham Indonesia Usulkan 4 Agenda Strategis

ASIATODAY.ID, JAKARTA – American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) mengusulkan empat langkah strategis bagi Indonesia dalam rangka memacu peningkatan investasi.

Pertama, pemerintah perlu melaksanakan konsultasi publik sebelum penerbitan regulasi agar regulasi yang dibuat bisa lebih baik serta meningkatkan kepatuhan.

Kedua, pemerintah perlu membentuk badan khusus yang bertugas untuk menganalisa dampak dari sutu produk hukum. Pembentukan badan tersebut mampu meningkatkan kualitas dari suatu produk hukum dan memitigasi masalah serta konsekuensi dari suatu produk hukum.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Ketiga, pemerintah perlu memperbaiki koordinasi antarkementerian dan lembaga. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan produk hukum yang baik, implementasi yang kurang baik akibat minimnya koordinasi bisa mengurangi manfaat dari regulasi yang dibentuk.

Keempat, pemerintah perlu lebih berfokus untuk mencapai tujuan jangka panjang dibanding jangka pendek. AmCham Indonesia kebijakan pemerintah Indonesia hingga saat ini masih cenderung reaktif dan tidak memiliki pertimbangan jangka panjang.

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah memang telah berfokus untuk melakukan deregulasi. Meski demikian, deregulasi yang dilakukan masih belum memiliki dampak yang besar.

Setelah pemerintah menerbitkan izin kepada investor, masalah operasional dan fundamental masih tetap menjadi penghambat. Masalah-masalah yang dimaksud antara lain rendahnya skill SDM, ketidakpastian hukum, hingga masalah korupsi di pemerintahan.

“Dengan dimulainya periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, kami menantikan langkah-langkah baru dari kabinet atas perekonomian dan investor asing. Perusahaan Amerika ada di sini dan siap untuk berinvestasi di Indonesia dan menyukseskan Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan,” kata Senior Vice President of Asia at the U.S. Chamber of Commerce Charles Freeman, dalam pesannya yang diterima Sabtu (23/11/2019). (At Network).

,’;\;\’\’
Tags: AmChamAmcham IndonesiaInvestasi GlobalKerjasama Indonesia Amerika
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.