• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 28, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pacu Investasi, AmCham Indonesia Usulkan 4 Agenda Strategis

by Redaksi Asiatoday
November 23, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pacu Investasi, AmCham Indonesia Usulkan 4 Agenda Strategis

ASIATODAY.ID, JAKARTA – American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) mengusulkan empat langkah strategis bagi Indonesia dalam rangka memacu peningkatan investasi.

Pertama, pemerintah perlu melaksanakan konsultasi publik sebelum penerbitan regulasi agar regulasi yang dibuat bisa lebih baik serta meningkatkan kepatuhan.

Kedua, pemerintah perlu membentuk badan khusus yang bertugas untuk menganalisa dampak dari sutu produk hukum. Pembentukan badan tersebut mampu meningkatkan kualitas dari suatu produk hukum dan memitigasi masalah serta konsekuensi dari suatu produk hukum.

RelatedPosts

Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Ketiga, pemerintah perlu memperbaiki koordinasi antarkementerian dan lembaga. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan produk hukum yang baik, implementasi yang kurang baik akibat minimnya koordinasi bisa mengurangi manfaat dari regulasi yang dibentuk.

Keempat, pemerintah perlu lebih berfokus untuk mencapai tujuan jangka panjang dibanding jangka pendek. AmCham Indonesia kebijakan pemerintah Indonesia hingga saat ini masih cenderung reaktif dan tidak memiliki pertimbangan jangka panjang.

Pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah memang telah berfokus untuk melakukan deregulasi. Meski demikian, deregulasi yang dilakukan masih belum memiliki dampak yang besar.

Setelah pemerintah menerbitkan izin kepada investor, masalah operasional dan fundamental masih tetap menjadi penghambat. Masalah-masalah yang dimaksud antara lain rendahnya skill SDM, ketidakpastian hukum, hingga masalah korupsi di pemerintahan.

“Dengan dimulainya periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, kami menantikan langkah-langkah baru dari kabinet atas perekonomian dan investor asing. Perusahaan Amerika ada di sini dan siap untuk berinvestasi di Indonesia dan menyukseskan Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan,” kata Senior Vice President of Asia at the U.S. Chamber of Commerce Charles Freeman, dalam pesannya yang diterima Sabtu (23/11/2019). (At Network).

,’;\;\’\’
Tags: AmChamAmcham IndonesiaInvestasi GlobalKerjasama Indonesia Amerika
No Result
View All Result

Terbaru

  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.