• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bertemu Dewan Bisnis Uni Eropa-ASEAN, Jokowi Soroti Diskriminasi Sawit Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 29, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bertemu Dewan Bisnis Uni Eropa-ASEAN, Jokowi Soroti Diskriminasi Sawit Indonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menerima delegasi Dewan Bisnis Uni Eropa- ASEAN atau EU-ASEAN Business Council, yang dipimpin Donald Kanak, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/11/2019) sore.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, hubungan antara Indonesia dengan Uni Eropa sejauh ini berjalan baik. Kedua pihak memiliki posisi yang sama dalam banyak masalah global. Selain itu, kedua pihak menghormati hukum dan prinsip internasional.

Namun Presiden mengakui, dari sisi ekonomi Indonesia dan Uni Eropa mengalami batu sandungan. Ia menyebutkan, Indonesia terus-menerus menerima diskriminasi dalam hal kebijakan maupun dari perusahaan-perusahaan Eropa.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Data dan informasi yang kami sampaikan dan produsen minyak sawit lainnya tidak mendapat perhatian dari UE,” kata Presiden Jokowi, dikutip keterangan tertulis setkab, Jumat (29/11/2019).

Menurut Jokowi, Indonesia tidak akan tinggal diam dengan diskriminasi ini. Ia memastikan, negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-UE akan terus berlanjut, kelapa sawit pasti akan menjadi bagian darinya.

“ASEAN dan UE telah sepakat untuk membentuk kelompok kerja minyak kelapa sawit. Saya berharap, kelompok kerja dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah kelapa sawit,” papar Presiden Jokowi.

Perkuat Kemitraan

Sebelumnya saat mengawali sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan, dirinya baru saja kembali dari Korea Selatan untuk menghadiri KTT ASEAN-Korea dan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. KTT dan pertemuan bilateral ini terutama berfokus pada bisnis dan investasi.

“Melalui diskusi dengan kalangan bisnis, ada harapan yang tinggi untuk memperkuat kemitraan ASEAN,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menilai hal itu tidak mengejutkan karena ekonomi ASEAN saat ini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

Mengutip Managing Director International Monetery Fund (MF) Kristalina Georgieva, Presiden Jokowi mengatakan, ASEAN adalah titik terang dalam perekonomian dunia. Di saat negara-negara maju menghadapi masyarakat yang menua, ASEAN menikmati dividen demografi.

“Ketika beberapa negara maju memilih proteksionisme, ASEAN terus membuka ekonominya. Ekonomi ASEAN akan terus tumbuh selama pemeliharaan ekosistem perdamaian seperti selama 52 tahun terakhir. Bermitra dengan ASEAN adalah kemitraan yang bermanfaat,” terang Presiden.

Karena itu, Presiden Jokowi berharap para pebisnis dari negara-negara Eropa memiliki pandangan yang sama termasuk dari Uni Eropa (UE).

“Bisnis dari UE tidak asing dengan ASEAN namun tekad dan langkah pebisnis Eropa masih tertinggal di belakang mitra ASEAN-nya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asean OutlookIndustri SawitKerjasama Indonesia-Uni EropaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.