• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

265 Juta Penduduk Dunia Bisa Terancam Kelaparan Selama Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
April 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Berhasil Loloskan Resolusi PBB Tentang Solidaritas Global Atasi COVID-19

Markas PBB. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendengungkan, jumlah orang yang menghadapi kekurangan makanan akut di kancah global dapat melonjak hingga dua kali lipat ditengah pandemi coronavirus (Covid-19).

Demikian disampaikan Program Pangan Dunia (WFP), salah satu agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam laporan terbaru WFP, angka kelaparan global dapat melonjak hingga mencapai 265 juta jiwa karena banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan akibat covid-19.

RelatedPosts

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Sebelum ada pandemi covid-19, data WFP mencatat jumlah orang yang menghadapi kekurangan makanan akut di seluruh dunia mencapai 135 juta.

“Covid-19 berpotensi memicu bencana bagi jutaan orang yang sudah terancam kelaparan,” kata Arif Husain, kepala bidang ekonomi dan direktur riset WFP, dalam sebuah telekonferensi dari Jenewa.

“Kita perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, maka harga yang harus dibayar akan terlalu tinggi,” lanjut dia, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (22/4/2020).

Husain menyerukan komunitas global untuk segera bertindak untuk menghindari bencana kelaparan global. Menurutnya, membutuhkan waktu bertahun-tahun agar mereka yang mengalami kerentanan pangan dapat kembali hidup tanpa bantuan pihak lain.

Ia khawatir kelompok rentan tersebut pada akhirnya terpaksa menjual aset-aset mereka, salah satunya rumah, hanya untuk bertahan hidup.

“Ada sekelompok orang yang kehidupannya cukup baik sebelum pandemi, tapi sekarang mereka kesusahan,” tutur Husain.

Ia mengaku khawatir terhadap warga di sejumlah negara yang kurang atau tidak memiliki jaring pengaman sosial.

“Krisis makanan akut saat ini berada di kategori tiga dari skala maksimal lima,” jelas Husain.

Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Rabu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 2,5 juta dengan 177 ribu lebih kematian dan 681.216 pasien sembuh. (ATN)

Tags: Corona AfrikaCoronavirusCOVID-19FAOKelaparanPandemi GlobalUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.