• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

295 Juta Smartphone Terjual Pada Kuartal Pertama 2020 di Seluruh Dunia

by Redaksi Asiatoday
May 11, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Kuasai Pasar Ponsel Segmen Menengah Indonesia

Produk handphone. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kebutuhan smartphone di dunia masih sangat tinggi. Pasalnya, hingga kuartal pertama 2020, sebanyak 295 juta telepon genggam terjual di seluruh dunia.

Samsung masih menjadi pemimpin penjualan ponsel cerdas selama kuartal ini. Samsung yang berbasis di Korea Selatan, menguasai penjualan 20 persen atau seperlima produksi telepon genggam pintar global.

Sementara, pesaing dari China dalam periode yang sama melampaui Apple dengan meningkatkan penetrasinya di China. Disebutkan separo telepon genggam Huwai diserap pasar China.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Raksasa Apple yang baru saja meluncurkan iPhone SE pada pertengahan April 2020 lalu dilaporkan mengalami penurunan penjualan telepon genggam sebesar 5 persen. Apple mengalami penurunan penjualan tipis di Eropa dan Asia.

Pemain lain dari China, Xiaomi mencatatkan dalam periode yang sama tumbuh 7 persen YoY. Merek ini berjaya di India yang memiliki pasar sangat besar. Di tanah para dewa itu, Xiomi menguasai pasar lebih dari 30 persen semenjak Q1 2018.

Meski merek global ini menunjukan penguasaan pasar tidak banyak berubah, namun secara keseluruhan penjualan total telepon genggam di seluruh dunia mencatatkan rekor terburuk semenjak 2014 pada kuartal pertama 2020.

Total penjualan di kuartal I/2020 ini mencapai 295 juta unit. Sementara dalam periode yang sama tahun lalu jumlah penjualan telepon genggang pintar mencapai 341 juta unit.

Penurunan penjualan dalam jumlah besar ini didorong oleh menyusutnya pasar China. Negeri panda tercatat hanya menyisakan ruang penguasaan pasar menjadi 22 persen. Padahal tahun lalu orang China menjadi pembeli ponsel terbanyak di dunia dengan 27 persen pasar global.

“Konsumen, di bawah masa yang tidak pasti ini kemungkinan akan menahan melakukan banyak pembelian diskresioner yang signifikan. Ini berarti siklus penggantian cenderung menjadi lebih lama,” kata Tarun Pathak, Associate Director di Counterpoint Research, dikutip antara Senin (11/5/2020).

Diramalakan pada kuatal II/2020 efek pandemi Covid-19 belum akan berakhir. Kinerja penjualan smartphone kemungkinan akan lebih buruk. Terdapat harapan bagi produsen di pasar China. Saat banyak pasar utama dunia sedang menerapkan lockdown, negeri itu telah memulai menjalankan kembai bisnis.

“Ke depan, merek dengan pangsa lebih besar di China, seperti Huawei, berada dalam posisi yang lebih baik daripada merek seperti Samsung, yang hampir semua pasar utamanya tetap terkunci,” ulas laporan itu.

Dari sisi saluran penjualan, merek-merek dengan kehadiran online yang lebih tinggi cenderung lebih kebal daripada yang offline. Beberapa permintaan offline dialihkan ke online.

Segmen premium menjadi ruang yang paling tahan krisis ekonomi. Konsumen menyesuaikan diri dengan standar normal baru yang membutuhkan internet dan data kencang. Kondisi ini membuat penjualan telepon genggam di segmen premium cenderung meningkat. (ATN)

Tags: Pasar HandphoneSmartphone
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.