• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

30 Perguruan Tinggi Asing Siap Masuk ke Indonesia

by Redaksi Asiatoday
February 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
30 Perguruan Tinggi Asing Siap Masuk ke Indonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menjajaki sejumlah peluang kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri yang masuk dalam Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim pun segera membentuk tim khusus untuk mengelola peluang kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemendikbud Paristiyanti Nurwadani mengungkapkan, sejauh ini ada 30 perguruan tinggi yang menyatakan minat ingin kerja sama.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Peluang ini sedang dibahas dan Menteri akan membuat tim untuk menentukan dan memfasilitasi kampus mana saja yang akan diprioritaskan,” jelas Paristiyanti dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2020).

Menurut Paristiyanti, sebanyak 30 perguruan tinggi luar negeri tersebut tidak semuanya langsung ke Kemendikbud. Namun ada beberapa dari tawaran kerja sama tersebut masuk langsung melalui perguruan tinggi.

“PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) kan banyak yang mengajak kolaborasi. Kredit transfer, penelitian dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan, dalam kerja sama ini tidak ada pemaksaan. Kemendikbud, kata Paristiyanti, hanya ingin memfasilitasi kampus yang ingin kerja sama.

“Kemendikbud sifatnya hanya fasilitasi kolaborasi dengan perguruan tinggi yang berminat, tidak memaksa. Yang berminat silakan,” imbuhnya.

Terbaru, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Monash University. Nantinya kampus dari Australia itu akan menaungi mahasiswa di jenjang doktoral dan magister.

Namun bagaimana strukturnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih belum mengetahui lebih lanjut. Nadiem hanya mengetahui program S2 dan S3 yang dibuka Monash dapat membantu Universitas di Indonesia dalam merintis berbagai macam riset partnership. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: KemendikbudMonash UniversityNadiem MakarimPerguruan Tinggi Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.