• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Diplomat China Sebar Informasi Palsu, Selandia Baru Dukung Sikap Australia

by Redaksi Asiatoday
December 1, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Diplomat China Sebar Informasi Palsu, Selandia Baru Dukung Sikap Australia

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Dok

ASIATODAY.ID, WELLINGTON – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern membela Australia terkait ulah diplomat China menyebarkan informasi palsu. Unggahan tersebut berupa gambar tentara Australia yang memegang pisau di leher seorang anak Afghanistan.

“Gambar tersebut tidak aktual,” kata Ardern, dilansir dari Russia Today, Selasa (1/12/2020).

Ia mengatakan bahwa pemerintahannya telah menghubungi Beijing secara langsung untuk mengajukan keberatan atas gambar kontroversial tersebut. Gambar tersebut diunggah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Dalam kasus ini, kata Ardern, gambar yang digunakan tidak benar secara faktual dan bukan gambar asli.

“Jadi kami telah menyampaikannya langsung kepada otoritas China,” imbuh PM Ardern.

Zhao mengunggah gambar tersebut dengan diberi keterangan, bahwa ia terkejut atas pembunuhan warga sipil dan tahanan Afghanistan di tangan tentara Australia.

“Kami sangat mengutuk tindakan tersebut dan menyerukan untuk meminta pertanggungjawaban mereka,” katanya di Twitter.

Unggahan Zhao memicu kemarahan Australia. PM Australia Scott Morrison mengatakan, Australia tengah mengupayakan penghapusan gambar yang “benar-benar menjijikkan itu” yang diunggah pada Senin, 30 November.

“Konten ini benar-benar memalukan dan tidak dapat dibenarkan atas dasar apapun. Pemerintah China harus benar-benar malu dengan unggahan ini. Hal ini bisa membuat (kredibilitas) mereka berkurang di mata dunia,” tutur PM Morrison dalam konferensi pers.

“Perilaku semacam ini tidak baik untuk hubungan apapun, dan menjadi penghinaan yang memalukan dan menjijikkan terhadap Angkatan Bersenjata Australia,” tegasnya.

“Ini menjadi dasar pemikiran saya, bahwa sangat penting untuk menjaga kepentingan bersama, sehingga tindakan mengerikan ini bisa ditangani,” pungkas PM Morrison. (ATN)

Tags: Asia PasifikAustraliaChinaSelandia Baru
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.