• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Nestle Target Capai Netral Karbon 2050

by Redaksi Asiatoday
December 4, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nestle Target Capai Netral Karbon 2050

Nestle Fokus Kembangkan Energi Terbarukan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Nestle berambisi mencapai target netral karbon pada 2050.

Untuk mencapai itu, Nestle meluncurkan peta jalan untuk mencapai ambisi itu sebagai bentuk kontribusi dalam usaha mengatasi dampak perubahan iklim.

“Kami berkomitmen untuk mencapai target utama dari Perjanjian Paris, yaitu (ambang batas kenaikan suhu) 1,5 derajat Celsius pada September 2019. Ada jangka waktu yang diasosiasikan dengan komitmen tersebut,” kata CEO Nestle Mark Schneider melalui siaran pers diterima Jumat (4/12/2020).

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Menurut Mark, Nestle telah melakukan langkah agar bisa memangkas emisinya hingga setengah pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2050.

Dalam peta jalan itu, perusahaan multinasional tersebut berfokus kepada tiga area utama, yaitu pertanian regeneratif, operasi, dan portofolio produk untuk mencapai netralitas karbon.

Nestle sudah bekerja sama dengan 500.000 petani dan 150.000 suplier untuk mendukung implementasi praktik pertanian regeneratif, seperti meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga serta mengembalikan keanekaragaman ekosistem.

Mereka berencana akan mendapatkan 14 juta ton bahan bakunya dari pertanian regeneratif pada 2030, mendorong permintaan akan produk-produk tersebut.

Selain itu, mereka juga meningkatkan program penghijauan dengan menanam 20 juta pohon setiap hari dalam 10 tahun ke depan di area yang menjadi pusat bahan bakunya. Jaringan penyalur utama dari komoditas kunci seperti sawit dan kedelai akan bebas dari deforestasi ditargetkan pada 2022.

Area kedua, dalam operasinya Nestle berencana menyelesaikan transisi 800 situs perusahaan di 187 negara untuk menggunakan energi berkelanjutan. Mereka berencana mengganti transportasi operasi ke kendaraan yang menyumbang sedikit karbon serta mengurangi perjalanan bisnis pada 2022.

Dalam area portofolio produk, Nestle berencana mengekspansi produk makanan dan minuman berbasis tanaman serta memformulasi produknya untuk membuat lebih ramah lingkungan. Mereka juga akan menambah brand dengan standar karbon netral.

Hal itu dilakukan dengan menggunakan pengukuran progres menggunakan  baseline 92 juta ton ekuivalen karbon yang dihasilkan oleh perusahaan itu pada 2018.

Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Operasi Nestle Magdi Batato mengatakan langkah mencapai netralitas karbon sudah dimulai dalam beberapa tahun terakhir yang menghasilkan perkembangan baik dalam mengurangi jejak emisi gas rumah kaca (GRK) dalam rangkaian produksi.

Dia memberi contoh, sejak 2014 reduksi emisi GRK di seluruh jaringan mereka sama dengan menarik sekitar 1,2 juta mobil dari jalan.

Saat ini, sekitar 40 persen dari pabrik produk Nestle sudah menggunakan 100 persen listrik dari sumber berkelanjutan. Selain itu, 66 persen dari kemasan produk mereka sudah bisa didaur ulang atau digunakan kembali.

Untuk mencapai ambisi netralitas karbon mereka, Nestle merencanakan tiga fase yaitu sejak sekarang sampai 2025 mereka akan mengakselerasi langkah yang sudah mereka ambil sejauh ini untuk mencapai 20 persen reduksi dari baseline pada 2018.

Fase kedua, sejak 2025 akan dilakukan transformasi operasi mereka dengan berinvestasi di teknologi dan membuat perubahan besar pada portofolio dan bisnis. Hal itu ditargetkan selesai pada 2030 dan mereduksi 50 persen dari baseline.

“Terakhir di antara 2030 dan 2050, kami akan terus berusaha untuk mengurangi emisi dengan solusi berkualitas tinggi dan berbasiskan alam. Solusi itu akan memberi keuntungan kepada komunitas dan ekosistem pada umumnya, dan akhirnya bisa menghilangkan sisa emisi. Ini bagaimana kami bisa menepati janji untuk netralitas karbon,” tandasnya. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGreen EnergyNestlePerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.