• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bumi Dalam Bahaya, Arus Besar Laut Samudera Atlantik Berubah

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bumi Dalam Bahaya, Arus Besar Laut Samudera Atlantik Berubah

Arus besar Laut Samudera Atlantik. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perubahan iklim kian menjadi ancaman nyata bagi planet bumi. Para ilmuwan terus mendalami berbagai dampaknya terhadap keselamatan bumi. Salah satu yang menjadi perhatian terbesar adalah perubahan arus laut Samudera Atlantik.

Arus laut Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) sangat penting dalam mengangkut panas dari daerah tropis ke Belahan Bumi Utara.

Namun penelitian baru menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat membuat AMOC berhenti beroperasi lebih cepat dari yang diperkirakan.

RelatedPosts

Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations

Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests

U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges

Itu bisa berdampak besar dan berskala besar di planet ini dalam hal pola cuaca, mengganggu pola pertanian, keanekaragaman hayati, dan stabilitas ekonomi di seluruh dunia yang dipengaruhi oleh AMOC.

Masalahnya adalah kecepatan di mana Bumi memanas dan mencairkan es di Kutub Utara. Kecepatan kenaikan suhu ini berisiko terhadap aktivitas AMOC.

“Ini berita yang mengkhawatirkan,” kata fisikawan Johannes Lohmann, dari Universitas Kopenhagen di Denmark seperti dikutip Science Alert .

Lohmann dan rekannya Peter Ditlevsen mengadaptasi model perubahan iklim lautan yang ada untuk mempelajari konsekuensi dari peningkatan laju masukan air tawar ke Samudra Atlantik Utara, didorong oleh cepatnya lapisan es Greenland mencair.

Model tersebut menunjukkan bahwa laju perubahan air tawar yang lebih cepat dapat membatalkan AMOC lebih cepat. Efek gas rumah kaca dan mencairnya es di Greenland menyulitkan ilmuwan melindungi sistem iklim dan menjaga pola cuaca global tetap terkendali.

“Titik kritis ini telah ditunjukkan sebelumnya dalam model iklim, di mana air lelehan sangat lambat masuk ke laut,” kata Lohmann kepada Molly Taft di Gizmodo.

“Pada kenyataannya, peningkatan air lelehan dari Greenland semakin cepat,” katanya.

AMOC beroperasi seperti sabuk konveyor air laut raksasa yang melingkar, mendistribusikan kembali air dan panas di sekitar Belahan Bumi Utara karena suhu air, rasa asin, dan berat relatif berfluktuasi. Itu bagian dari alasan bahwa musim dingin di Eropa relatif lebih sejuk bahkan di lintang yang lebih tinggi.

Meskipun tidak jelas persis di mana titik kritis AMOC berada, namun telah melambat dalam beberapa tahun terakhir, dan studi baru ini menunjukkan bahwa semakin cepat perubahan iklim , semakin berisiko arus ini. Ilmuwan berpendapat, masuknya air tawar dingin dari Greenland kemungkinan akan menghentikan air hangat menyebar ke utara. (ATN)

Tags: Climate ChangePerubahan IklimSamudera AtlantikSave Earth
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.