• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Protes Australia Usai Batal Bergabung dalam Proyek Belt and Road Initiative (BRI)

by Redaksi Asiatoday
April 23, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Australia Tidak Ingin Rusak Hubungan Bilateral dengan China

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden China Xi Jinping. Dok The Australian

ASIATODAY.ID, SYDNEY – China melayangkan protes terhadap Australia untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis.

Melansir Reuters, Kamis (22/4/2021), teguran itu disampaikan setelah Australia membatalkan kesepakatan bergabung dalam proyek Belt and Road Initiative (BRI) atau One Belt One Road antara negara bagian Victoria dan China.

Menurut Australia, kesepakatan itu tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri pemerintah federal, yang memandang “Indo Pasifik yang bebas dan terbuka” sebagai tujuan utama.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Seorang juru bicara kementerian luar negeri China meminta Sydney untuk segera memperbaiki kesalahannya dan mengubah arah.

Kedutaan Besar China sebelumnya mengkritik langkah Menteri Luar Negeri Marise Payne untuk memveto dua perjanjian yang ditandatangani oleh negara bagian Victoria sebagai “provokatif”. China menyatakan sikap Australia itu akan semakin merusak hubungan.

Kepada wartawan pada Kamis, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa perjanjian itu dibatalkan karena pemerintah federal tidak ingin tingkat pemerintahan lain mengadakan perjanjian yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri Australia.

“Kami akan selalu bertindak demi kepentingan nasional Australia untuk melindungi Australia, tetapi juga memastikan kami dapat memajukan kepentingan nasional kami di Indo Pasifik yang bebas dan terbuka dan dunia yang mencari keseimbangan demi kebebasan,” katanya.

Di bawah proses baru, negara bagian harus berkonsultasi dengan menteri luar negeri sebelum menandatangani perjanjian dengan negara lain.

Payne sebelumnya mengatakan kepada radio lokal bahwa kebijakan itu “tidak ditujukan untuk satu negara”.

Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menyatakan keraguan atas klaim itu selama konferensi pers reguler di Beijing.

“Pihak Australia meninjau lebih dari 1.000 kesepakatan dan hanya memutuskan untuk membatalkan 4, dan 2 di antaranya adalah kesepakatan dengan China. Jadi klaim Australia bahwa keputusan tersebut tidak menargetkan negara tertentu tidak berlaku lagi,” kata Wang. (ATN)

Tags: AustraliaBelt and Road InitiativeChinaIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.