• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Presiden UN COP26 Apresiasi Kontribusi Indonesia Atasi Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
June 2, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden UN COP26 Apresiasi Kontribusi Indonesia Atasi Perubahan Iklim

President Designate untuk the 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) atau Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 26, Alok Sharma dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dok KLHK

ASIATODAY.ID, JAKARTA – President Designate untuk The 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) atau Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 26, Alok Sharma, mengapresiasi langkah Indonesia dalam penanggulangan perubahan iklim.

Pemerintah Inggris sebagai tuan rumah COP26 tengah merangkul negara-negara lain untuk menyukseskan acara tersebut. Acara itu berlangsung pada 1-12 November 2021.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia telah melakukan berbagai pertemuan dengan pihak COP26. Pertemuan membahas beberapa hal terkait dengan COP26 dan langkah-langkah pengendalian perubahan iklim.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pertemuan membahas kemitraan antara Inggris dan Indonesia, ambisi dalam penanggulangan perubahan iklim, adaptasi perubahan iklim, dan kolaborasi Inggris-Indonesia alam persiapan menuju COP26.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan bahwa Indonesia konsisten dan berupaya bergerak maju menuju kondisi tanpa emisi netto. Hal itu diperlukan dukungan finansial dan teknologi.

“Secara umum Indonesia sudah kerja keras sejak 2016,” kata Menteri, Siti Nurbaya, dalam konferensi televideo, Senin (31/5/021).

Indonesia akan mendekati kondisi sebagai penyerap karbon netto di sektor Kehutanan dan Penggunaan Lahan (FOLU) pada 2030. Langkah ini juga perlu didukung dengan pengurangan penggunaan batubara.

Menurut Siti, perlu akselerasi untuk tercapainya kondisi tanpa emisi netto. Salah satunya menyusun road map pembatasan penggunaan batu bara di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk dibuat road map bagaimana mengurangi PLTU yang didukung oleh batubara. Jadi memang masalah utamanya ada di batubara,” tandasnya. (ATN)

Tags: Climate ChangeKTT Iklim COP26Perubahan IklimUN Climate Change Conference of the Parties
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.