• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 28, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Filipina Kini Jadi Basis Manufaktur Sepeda Motor di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
June 2, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Filipina Tutup Akses Wisatawan Global

Kota Manila, Filipina. Dok Philippines Travel guide

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Filipina menunjukkan kebangkitan di industri sepeda motor.

Pasalnya, produsen sepeda motor global menjadikan Filipina sebagai basis industri di Asia Tenggara.

Laporan Ride Apart, Rabu (2/6/2021), Asia Tenggara kini menjadi pusat industri terbesar di dunia karena hampir semua pabrikan sepeda motor besar telah mendirikan pabriknya di kawasan ini. Mereka memanfaatkan biaya tenaga kerja yang lebih terjangkau di negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Vietnam.

RelatedPosts

Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Selain itu, outsourcing produksi ke negara-negara ini menyediakan ratusan, bahkan ribuan pekerjaan, dan dengan demikian meningkatkan ekonomi di negara-negara ini dengan margin yang cukup besar.

Karena itu, laporan terbaru dan perkembangan industri menunjukkan bahwa Filipina adalah pusat manufaktur sepeda motor yang sedang naik daun di wilayah tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir, negara kepulauan Asia Tenggara telah mengalami ledakan signifikan dalam industri sepeda motor lokalnya. Dengan raksasa industri seperti KTM, Honda, dan Yamaha mendirikan toko dan membangun fasilitas manufaktur di dalam negeri, pasar sepeda motor telah tumbuh secara signifikan, tidak hanya dalam hal penjualan lokal, tetapi juga ekspor.

Dalam Forum Ekonomi yang diselenggarakan oleh bank lokal besar, Departemen Perdagangan dan Perindustrian menyoroti beberapa focal point yang secara signifikan berkontribusi pada pertumbuhan industri sepeda motor lokal.

Sebagai permulaan, Honda telah memproduksi sepeda motor berkapasitas kecil di Filipina, dan telah menikmati penjualan yang cukup sukses, terutama untuk mesin ini, di pasar lokal. Mulai tahun ini, Honda Filipina akan mengekspor sepeda motor produksi lokal ke luar negeri, dimulai dari Selandia Baru.

Untuk menambah daftar, Yamaha juga baru-baru ini memperluas kemampuan manufaktur di negara tersebut untuk memenuhi sisi yang lebih premium. Setelah baru-baru ini meresmikan fasilitas manufaktur baru di Batangas, sebuah kota di bagian paling selatan Luzon, perusahaan sepeda motor Jepang itu kini memproduksi Yamaha NMAX 155 secara lokal.

Faktor lain yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan industri sepeda motor Filipina yang berkelanjutan adalah ekspansi agresif KTM di pasar lokal. Sejak 2017, perusahaan Austria telah memproduksi 200, 250, dan 390 sepeda di pabriknya di Sta. Rosa, Laguna.

Sejak awal tahun ini, pabrik telah ditingkatkan untuk memproduksi seluruh rangkaian 790 sepeda juga. Dengan itu, KTM 790 Duke, 790 Adventure, dan 790 Adventure R adalah “sepeda besar” berkapasitas tinggi pertama yang diproduksi di tanah Filipina.

Ekspansi agresif beberapa pemain di industri sepeda motor ini telah menghasilkan pertumbuhan 22 persen yang mengesankan pada Januari 2021, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Karena permintaan akan mesin berkapasitas kecil yang terjangkau dan andal terus meningkat mengingat situasi saat ini, memang ada peluang besar bahwa kita akan melihat semakin banyak pabrikan sepeda motor besar mendirikan toko di Filipina. (ATN)

Tags: Asia BusinessFilipina
No Result
View All Result

Terbaru

  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.