• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

5 Juta Pekerja Industri Penerbangan Global Terancam Jadi Pengangguran

by Redaksi Asiatoday
September 24, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

Aktivitas Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri penerbangan global mengalami pukulan berat akibat pandemi Covid-19. Di tengah situasi ketidakpastian, pemutusan hubungan kerja tak terhindarkan.

Sosiolog Universitas Indonesia, Ricardi S Adnan mengatakan, dengan industri penerbangan yang belum pulih maka pemutusan hubungan kerja akan semakin banyak.

“Jika melihat tren penurunan sektor penerbangan, diproyeksikan PDB dunia akan turun sebesar 0,02 persen hingga 1,98 persen. Kondisi ini bisa mengakibatkan hilangnya pekerjaan 4,2 juta-5 juta pekerja secara global,” kata Sosiolog Universitas Indonesia, Ricardi S Adnan melalui video virtualnya di Jakarta, yang dimonitotor Kamis (24/9/2020). 

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Ia menjelaskan, pergerakan revenue passenger kilometres (RPK) global mengalami penurunan yang cukup drastis hingga Maret 2020. Kemudian sejak April 2020 barulah mengalami tren peningkatan kembali, namun lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2019.

“Passenger load factor (PLF) di bulan Juni 2020 turun ke 57,6 persen terendah sepanjang sejarah. Industri kargo menunjukkan tren naik sejak Mei 2020 walaupun masih di bawah angka pada tahun 2019. Freight Tonne kilometres (FTK) pada bulan Mei 2020 turun sebesar 20,1 persen yoy dan 17,6 persen yoy pada bulan Juni 2020,” urainya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya disrupsi perdagangan internasional karena resesi global, penurunan mobilitas jumlah wisatawan mancanegara, containment measure atau pembatasan sosial dan disertai adanya stimulus fiskal.

“Yang menjadi tantangan kita, paling tidak tren yang kita temukan sudah terlihat salah satunya adalah dampak Covid-19 pada PDB itu sudah dapat dipastikan minus,” tandasnya. (ATN)

Tags: Industri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.