• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Airbus: Asia Pasifik akan Jadi Penggerak Perjalanan Udara di Dunia

by Redaksi Asiatoday
February 16, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Airbus: Asia Pasifik akan Jadi Penggerak Perjalanan Udara di Dunia 1

Perusahaan Airbus. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Airbus memproyeksikan kawasan Asia Pasifik akan membutuhkan 17.620 pesawat penumpang dan kargo baru dalam 20 tahun ke depan.

Hal itu didorong oleh pertumbuhan lalu lintas penumpang sebanyak 5,3 persen per tahunnya.

Menurut Chief Commercial Officer dan Presiden dari Airbus International Christian Scherer, kebutuhan tersebut juga dipercepat oleh pensiunnya pesawat lama yang sudah tidak efisien bahan bakar.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sebanyak 30 persen dari pesawat baru ini akan menggantikan model lama yang kurang efisien bahan bakar tersebut.

“Wilayah yang merupakan tempat tinggal dari 55 persen populasi dunia yaitu China , India, dan negara ekonomi berkembang seperti Indonesia dan Vietnam akan menjadi penggerak utama pertumbuhan di Asia Pasifik,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (15/2/2022).

Christian menjelaskan Produk Domestik Bruto (PDB) akan bertumbuh 3,6 persen per tahunnya dibandingkan dengan rata-rata global di angka 2,5 persen serta akan meningkat dua kali lipat pada 2040.

Masyarakat kelas menengah yang paling mungkin untuk bepergian akan meningkat jumlahnya dari 1,1 miliar ke 3,2 miliar.

Sementara itu, kecenderungan orang untuk bepergian diprediksi akan meningkat hingga tiga kali lipat pada 2040.

Dari permintaan 17.620 pesawat baru, 13.660 akan berada di kategori pesawat kecil seperti keluarga pesawat A220 dan A320.

Pada kategori jarak jauh dan menengah, kawasan Asia Pasifik akan terus mendorong peningkatan permintaan hingga 42 persen dari permintaan global, yang dapat dirincikan menjadi 2.470 pesawat sedang dan 1.490 pesawat besar.

Tak hanya itu, lalu lintas kargo di Asia Pasifik juga akan meningkat 3,6 persen per tahunnya, di atas angka global yaitu 3,21 persen dan akan menyebabkan peningkatan angkutan kargo udara hingga dua kali lipat di kawasan ini pada tahun 2040.

Secara global, kargo ekspres yang didorong oleh e-commerce akan meningkat dengan laju yang cepat pada 4,7 persen per tahunnya.

Secara keseluruhan, mencerminkan pertumbuhan yang kuat selama 20 tahun kedepan, akan terdapat kebutuhan atas 2.440 pesawat kargo, dan 880 di antaranya adalah pesawat baru.

“Saat ini kami melihat lalu lintas udara secara global mulai pulih. Dengan diringankannya pembatasan perjalanan, kawasan Asia Pasifik akan kembali menjadi salah satu penggerak perjalanan udara. Kami yakin bahwa volume lalu lintas udara di kawasan ini akan menguat, dengan harapan dapat mencapai level tahun 2019 di antara tahun 2023 dan 2025 nanti,” katanya.

Dia juga optimistis Airbus memiliki posisi yang baik di pasar Asia Pasifik berkat fokus pada efisiensi dan penerbangan berkelanjutan.

Di sisi lain, secara global, akan ada kebutuhan untuk 39.000 pesawat penumpang dan kargo baru selama 20 tahun ke depan, di mana 15.250 diantaranya datang sebagai pengganti pesawat lama.

Oleh karena itu, diperkirakan bahwa pesawat generasi terbaru akan mendominasi jumlah pesawat komersial yang beroperasi pada 2040 atau meningkat sebesar 13 persen dari jumlah hari ini.

“Hal ini juga akan meningkatkan efisiensi karbon dari armada pesawat komersial di dunia secara keseluruhan,” imbuhnya. (ATN)

Tags: AirbusAsia BusinessIndustri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.