• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Aktivis Hong Kong Bentrok dengan Aparat di Mal

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Aktivis Hong Kong Bentrok dengan Aparat di Mal

Bentrokan aktivis Hongkong dengan aparat. Foto : Ist

ASIATODAY.ID, CHINA – Sekitar 10 ribu aktivis Hong Kong kembali terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat demonstrasi pada Minggu (14/7) kemarin. Insiden itu terjadi di dalam sebuah pusat perbelanjaan di perbatasan dengan China.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/7), aparat kepolisian satuan anti huru-hara dikerahkan untuk menghalau para pengunjuk rasa yang berdemonstrasi hingga ke dalam Mal Sha Tin yang berada dekat pelabuhan setempat. Bentrokan itu terjadi pada malam hari.

Sejak sore waktu setempat para pengunjuk rasa memblokir jalan dan perempatan di kawasan itu dengan membentuk barikade dari pagar besi, dan berhadap-hadapan selama beberapa jam dengan polisi. Polisi lantas bergerak mendesak para demonstran pergi.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Polisi beralasan mereka terpaksa bertindak keras karena diserang menggunakan ketapel dari lantai atas mal yang penuh dengan gerai barang-barang mahal itu. Alhasil bentrokan tak terelakkan.

Sejumlah pengunjuk rasa ditangkap. Tak sedikit pula aparat kepolisian yang terluka. Bentrokan selesai ketika massa demonstran pergi sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Sudah sebulan lebih Hong Kong bergejolak. Tuntutan para pengunjuk rasa kini juga melebar, dari semula hanya menuntut pembatalan pembahasan Rancangan Undang-Undang Ekstradisi.

Kini para aktivis mendesak reformasi pemerintahan serta mempertahankan kebebasan berpendapat di Hong Kong. Mereka juga menuntut RUU Ekstradisi dibatalkan seluruhnya, menggelar penyelidikan mandiri atas dugaan kekerasan polisi, pengampunan kepada para aktivis yang ditangkap, serta meminta pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, turun dari jabatannya. (AT Network)

Tags: Asia TerkiniBentrokan di HongkongChinaHongkong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.