• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, July 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Aktivis Korsel Tolak Negaranya Gabung Aliansi Keamanan dengan AS dan Jepang

by Redaksi Asiatoday
February 1, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Aktivis Korsel Tolak Negaranya Gabung Aliansi Keamanan dengan AS dan Jepang

Aksi unjuk rasa aktivis SPARK untuk memprotes kerja sama keamanan trilateral dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Foto: tangkapan layar

ASIATODAY.ID, SEOUL – Aktivis sipil Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (31/1) menggelar unjuk rasa untuk memprotes kerja sama keamanan trilateral dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang ketika para pejabat pertahanan Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan di Seoul.

Para aktivis dari Solidaritas untuk Perdamaian dan Reunifikasi Korea (Solidarity for Peace and Reunification of Korea/SPARK) meneriakkan slogan-slogan, seperti “Tolak aliansi Korea (Selatan)-AS-Jepang” dan “Stop strategi extended deterrence”, di dekat gedung kementerian pertahanan Korea Selatan.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Lee Jong-sup dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin menggelar pertemuan bilateral di gedung tersebut, mengumumkan pernyataan bersama yang “menegaskan kembali kebijakan untuk meningkatkan implementasi strategi extended deterrence AS.”

RelatedPosts

FBI Director Meets Prabowo in Jakarta: What’s Behind the Unexpected Meeting?

Indonesia Launches Roadmap to Cut Maternal Deaths

Trump Imposes New Tariffs on 60 Countries, Indonesia and Asia Face Trade Pressure

Lee dan Austin sepakat akan menggelar latihan Komite Strategi Penggentar dalam bentuk diskusi (tabletop exercise) pada Februari, berjanji akan “lebih lanjut memperluas serta memperkuat tingkat dan skala latihan maupun pelatihan gabungan tahun ini.”

Menurut pernyataan tersebut, kedua pejabat pertahanan itu juga membahas berbagai langkah untuk memperkuat kerja sama keamanan regional, termasuk kerja sama keamanan trilateral Korea Selatan-Amerika Serikat-Jepang, serta bersepakat akan mengadakan dialog pertahanan di antara ketiga negara itu secepatnya.

Aktivis SPARK mendesak otoritas Korea Selatan dan AS agar membatalkan kebijakan extended deterrence AS karena kebijakan AS yang bertujuan untuk mengerahkan aset strategis dan melakukan latihan militer berskala besar itu dapat memicu perang nuklir di Semenanjung Korea. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Indo PasifikKorea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • PT Vale Advances Indonesia’s Green Nickel Strategy with HPAL Milestone
  • Hinduja Group Eyes Indonesia Expansion
  • FBI Director Meets Prabowo in Jakarta: What’s Behind the Unexpected Meeting?
  • Indonesia Launches Roadmap to Cut Maternal Deaths
  • Indonesia’s Critical Minerals Leap as AMMAN Completes Copper Smelter
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.