• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Amerika-China Sepakat Perbaiki Hubungan Bilateral

by Redaksi Asiatoday
June 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Amerika-China Sepakat Perbaiki Hubungan Bilateral

Pertemuan diplomat China, Yang Jiechi dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Hawaii. Ist

ASIATODAY.ID, HAWAII – China menegaskan diplomat utamanya, Yang Jiechi, telah melakukan dialog konstruktif dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Hawaii. Keduanya sepakat untuk memperbaiki hubungan bilateral yang memburuk.

Yang dan Pompeo melakukan diskusi mendalam mengenai hubungan China-AS, masalah internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama. Wakil Sekretaris Stephen Biegun, perwakilan khusus AS untuk Korea Utara, juga menghadiri pembicaraan.

“Kedua belah pihak telah sepenuhnya menyatakan sikap mereka dan percaya ini adalah dialog yang konstruktif,” lapor kantor berita pemerintah Xinhua, dilansir South China Morning Post, Kamis (18/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengambil tindakan serius mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin dan melanjutkan komunikasi.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa AS menekankan kepentingan-kepentingan negara itu dan perlunya hubungan timbal balik sepenuhnya antara kedua negara melintasi interaksi komersial, keamanan, dan diplomatik.

“Pompeo juga menekankan perlunya transparansi penuh dan berbagi informasi untuk memerangi pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan mencegah wabah di masa depan,” kata pernyataan itu.

Pertemuan itu diadakan karena kedua negara saling menuduh tentang berbagai masalah. Pada hari yang sama kedua diplomat bertemu, Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang mengesahkan sanksi terhadap pejabat China atas pemusnahan massal kelompok etnis minoritas Muslim di wilayah otonomi Xinjiang Uygur di barat laut China.

Kementerian luar negeri China membalas balik beberapa jam kemudian, mengajukan perlawanan keras dan mengecam tindakan itu sebagai serangan jahat terhadap kebijakan pemerintah China di Xinjiang.

Kementerian berjanji untuk meluncurkan tindakan balasan terhadap AS jika negara itu tidak berhenti melakukan intervensi dalam urusan internal China.

Pengamat diplomatik mengatakan pertemuan itu menunjukkan kedua negara tidak ingin hubungan bilateral mereka terputus, terutama menjelang pemilihan presiden AS mendatang. Namun, harapannya rendah, dengan Beijing dan Washington kerap berselisih mengenai berbagai masalah.

Hal ini termasuk isu terkait Taiwan, Hong Kong, pertarungan senjata, teknologi tinggi, penanganan pandemi Covid-19, proyek Belt and Road Initiative, ideologi dan soft power.

“Tidak mungkin melihat kedua belah pihak melakukan kompromi yang signifikan pada satu atau dua masalah di atas untuk memungkinkan pelonggaran ketegangan secara substansial untuk jangka waktu yang cukup lama,” kata Shi Yinhong, profesor hubungan internasional dengan Universitas Renmin di Beijing yang juga menjadi penasihat pemerintah.

Dia mengatakan, mempertahankan kontak diplomatik tidak dapat memastikan peningkatan yang berarti dalam hubungan bilateral. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.