• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Antartika Alami 30.000 Guncangan Gempa Selama 3 Bulan

by Redaksi Asiatoday
December 17, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gletser Thwaites Mencair, Ahli Khawatir Kenaikan Permukaan Air Laut

Para ilmuwan mengamati Gletser Thwaites yang mencair. Ist

ASIATODAY.ID, SANTIAGO – Para ilmuwan di University of Chile menyebutkan, lebih dari 30.000 gempa telah mengguncang Antartika sejak akhir Agustus. Lonjakan aktivitas seismik ini menarik minat para peneliti yang mempelajari benua terpencil yang tertutup salju itu.

Para ilmuwan dari National Seismological Center universitas mengatakan gempa kecil – termasuk satu guncangan kuat berkekuatan 6 – terdeteksi di Selat Bransfield, saluran laut selebar 60 mil (96 km) antara Kepulauan Shetland Selatan dan Semenanjung Antartika.

Beberapa lempeng tektonik dan lempeng mikro bertemu di dekat selat, menyebabkan seringnya wilayah itu bergemuruh. Akan tetapi, gemuruh yang dirasakan dalam tiga bulan terakhir ini sangat tidak biasa.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Sebagian besar kegempaan terkonsentrasi pada awal rangkaian, terutama selama bulan September, dengan lebih dari seribu gempa bumi sehari,” kata pusat tersebut, dikutp dari Reuters, Kamis (17/12/2020).

Getaran menjadi begitu sering terjadi sehingga selat itu sendiri, yang dulu bertambah lebarnya dengan kecepatan sekitar 7 atau 8 mm (0,30 inci) setahun, sekarang berkembang 15 cm (6 inci) setahun.

“Peningkatannya mencapai 20 kali lipat, yang menunjukkan bahwa saat ini, Kepulauan Shetland terpisah lebih cepat dari semenanjung Antartika,” kata Sergio Barrientos, direktur National Seismological Center kepada Reuters.

Semenanjung ini adalah salah satu tempat dengan pemanasan tercepat di Bumi, dan para ilmuwan memantau dengan cermat dampak perubahan iklim pada gunung es dan gletsernya.

Namun ilmuwan iklim Raul Cordero dari Universitas Santiago mengatakan belum jelas bagaimana getaran itu dapat memengaruhi es di kawasan itu.

“Tidak ada bukti bahwa aktivitas seismik semacam ini memiliki efek signifikan pada stabilitas lapisan es kutub,” kata Cordero kepada Reuters. (ATN)

Tags: Gletser PapuaGunung Es MencairPemanasan GlobalPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.