• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS akan Pertahankan Biolab di Ukraina

by Redaksi Asiatoday
March 10, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS: China Kini Ancaman Besar

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Dok

ASIATODAY.ID, KIEV – Amerika Serikat (AS) menegaskan akan mempertahankan laboratorium senjata biologis (biolab) di Ukraina untuk mencegah pasukan Rusia menyerbu dan menyita bahan penelitian di laboratorium tersebut.

Biolab tersebut diakui AS sebagai program kerjasama dengan Ukraina. Demikian dikutip dari The New York Time, Rabu (9/3/2022).

Departemen Luar Negeri juga menyatakan keprihatinan jika militer Rusia mencoba untuk menguasai fasilitas penelitian biologi di Ukraina.

RelatedPosts

IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock

Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount

Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia

Kemarin, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Vicoria Nuland bersaksi dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat tentang Ukraina di Washington.

Komite tersebut dibentuk untuk mempelajari agresi Rusia terhadap Ukraina dan tanggapan dari seluruh dunia.

Menyusul tanggapan tersebut, Senator AS Marco Rubio menambahkan ada laporan tentang ‘propaganda Rusia’ yang mengklaim penemuan plot oleh Ukraina untuk melepaskan senjata biologis yang dikoordinasikan NATO.

Ditanya apakah serangan senjata biologis atau kimia akan terjadi di Rusia yang diatur oleh AS, Rubio tidak menyangkal tuduhan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Rusia mengklaim bahwa AS sedang mengembangkan Biolabs di Ukraina.

Kedutaan Besar AS di Ukraina mengatakan pihaknya mendanai program penelitian di Ukraina untuk mengembangkan “patogen paling berbahaya di dunia”.

Minggu lalu, Kementerian Pertahanan Rusia menemukan bukti Biolabs menghancurkan sampel patogen berbahaya segera ketika ‘operasi militer’ dimulai. Itu terjadi dua hari setelah Rusia mengklaim Ukraina membangun senjata nuklir dari bom berbasis plutonium yang kotor.

Kementerian Luar Negeri Moskow mengunggah tweet Twitter tentang penemuan bukti tersebut dimana Kyiv berusaha untuk menghapus jejak program biologi militer yang didanai Pentagon di Ukraina. (ATN)

Tags: BiolabsKrisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.